Jalur KA Rangkasbitung-Merak Persingkat Waktu Tempuh Jakarta-Merak

Sabtu, 18 Januari 2020 - 22:01 WIB
Jalur KA Rangkasbitung-Merak...
Jalur KA Rangkasbitung-Merak Persingkat Waktu Tempuh Jakarta-Merak
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berkomitmen mempersingkat waktu tempuh perjalanan kereta api lintas Jakarta-Merak dari 3-4 jam menjadi 2 jam. Hal ini disampaikan Menhub pada kegiatan peninjauan sejumlah Infrastruktur Perkeretaapian di Provinsi Banten, Sabtu (18/1/2020).

"Kita akan meningkatkan kecepatan yang dari Rangkasbitung ke Merak melalui Serang. Dari yang saat ini hanya 40 km/jam, akan kita perbaiki konstruksinya dan akan kita naikkan menjadi 70 km/jam. Dengan demikian waktu tempuh juga menurun, dari 2 jam menjadi 1 jam. Jadi dari Jakarta tadinya 3-4 jam, nantinya bisa lebih singkat menjadi 2 jam," ungkap Menhub.

Untuk mewujudkan hal itu, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian telah memulai proyek Peningkatan Jalur KA Lintas Rangkasbitung-Serang-Merak yaitu berupa penggantian rel 42 ke standar 54. Dengan penggantian rel ini maka kecepatan kereta yang tadinya 40 km/jam dapat ditingkatkan menjadi 70 km/jam. selain itu dengan penggantian rel ini maka keselamatan akan meningkat, karena perjalanan kereta akan menjadi lebih stabil.

Selain peningkatan jalur KA, proyek lain yang ditinjau Menhub adalah Reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur KA Rangkasbitung-Labuan. Reaktivasi ini akan meningkatkan konektvitas transportasi di Provinsi Banten, serta meningkatkan penggunaan angkutan massal khususnya Kereta Api.

"Proyek kita yang lain adalah reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur KA dari Rangkasbitung ke Labuan di selatan sepanjang 70 km. Tahap awal ke Pandeglang sepanjang 15 km, akhir tahun ini selesai. Tahun 2021 mulai lagi yang ke arah Labuan, targetnya 3 tahun selesai. Harapan masyarakat yang bekerja ke Jakarta menjadi mudah," ujar Menhub.

Terkait penertiban lahan, Menhub mengatakan hal ini sudah di data dan tidak akan ada ganti rugi, karena ini adalah aset negara. "Untuk reaktivasi, jika ada hunian di atas rel yang merupakan aset pemerintah, akan kita tertibkan. Tidak kita ganti rugi, tapi kita berikan semacam tanda kasih (penggantian yang besarannya ditentukan konsultan Kantor Jasa Penilai Publik). Saat ini sudah berjalan," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memodernisasi stasiun Tenjo. Pada stasiun tenjo akan dibangun Transit Oriented Development (TOD). Sebagai stasiun yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tangerang, Stasiun Tenjo berpotensi untuk menjadi simpul transportasi yang akan mengakomodir peningkatan jumlah bangkitan kendaraan yang cukup pesat akibat pengembangan berbagai kawasan di sekitarnya.

Untuk TOD, Menhub mengimbau pemda dapat turut serta membangun TOD dekat dengan stasiun. Karena dengan adanya TOD tersebut akan memberikan kemudahan bergerak bagi masyarakat. Dengan kemudahan ini, kata Menhub, sentra ekonomi dan kota akan tumbuh."Karena ada suatu kepastian bagi orang yang tinggal di tempat tersebut bisa ke Jakarta dalam waktu singkat, jadi dia percaya diri tinggal di sini. Dengan begitu ada suatu kebangkitan ekonomi pada kota-kota tersebut sehingga tidak membebani Jakarta," ujarnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK Periksa Menhub Terkait...
KPK Periksa Menhub Terkait Kasus Suap Pengadaan dan Pemeliharaan Jalur KA
Menhub Soft Launching...
Menhub Soft Launching Pengoperasian Jalur Ganda Lintas Selatan Jawa
Kapolri Jendral Listyo...
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Cek Jalur Mudik di Pelabuhan Merak
KPK Periksa Menhub terkait...
KPK Periksa Menhub terkait Kasus Suap Proyek Jalur KA, Tama S Langkun: Lumrah dan Biasa
Pelabuhan Merak Macet...
Pelabuhan Merak Macet hingga 20 Km, Menhub Minta Maaf
Menhub Terus Dorong...
Menhub Terus Dorong Pemda Tingkatkan Hasil Komoditas di Daerahnya
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved