alexametrics

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia

loading...
A+ A-
“LAIN ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya”. Setiap negara memiliki adat kebiasaan berbeda. Satu aturan di sebuah negara tidaklah sama dengan aturan di negara lain.

Perbedaaan budaya inilah yang ikut memengaruhi gaya kepemimpinan di suatu negara. Berikut model-model kepemimpinan yang tumbuh di berbagai penjuru dunia.

1. Kepemimpinan di Inggris



11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Seorang manajer bersifat diplomatik, santai, suka menolong, mau berkompromi, dan berusaha bersikap adil, meskipun mereka bisa bersikap kejam jika dibutuhkan. Sayangnya, kepatuhan mereka pada tradisi dapat mengakibatkan kegagalan untuk memahami nilai-nilai yang berbeda pada orang lain.

2. Kepemimpinan di Amerika Serikat (AS)

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Seorang manajer bersikap asertif, agresif, berorientasi pada tujuan dan tindakan, percaya diri, kuat, optimistis, dan siap untuk perubahan. Mereka mampu bekerja dalam tim dan semangat perusahaan, tetapi mereka menghargai kebebasan individu.

3. Kepemimpinan di Prancis

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Seorang manajer di Prancis cenderung otokratis dan paternalistik, dengan pemahaman mengesankan tentang banyak masalah yang dihadapi perusahaan mereka. Pendapat manajer menengah dan staf teknis yang berpengalaman dapat diabaikan.

4. Kepemimpinan di Swedia

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Manajemen di Swedia terdesentralisasi dan demokratis. Karyawan yang mendapat informasi baik akan lebih termotivasi dan berkinerja lebih baik. Kekurangannya adalah keputusan bisa ditunda.

5. Kepemimpinan di Jerman

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Kepemimpinan di Jerman berusaha untuk menciptakan sistem yang sempurna. Ada rantai komando jelas di setiap departemen dan informasi serta instruksi yang diturunkan dari atas ke bawah. Meskipun demikian, nilai yang cukup besar ditempatkan dalam hal konsensus.

6. Kepemimpinan di Belanda

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Didasarkan pada prestasi, kompetensi, dan prestasi. Manajer kuat dan tegas, tetapi konsensus adalah wajib karena ada banyak pemain kunci dalam proses pengambilan keputusan.

7. Kepemimpinan di Jepang

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Para eksekutif puncak di Jepang memiliki kekuatan besar dalam kesesuaian dengan hierarki Konfusian tetapi sebenarnya memiliki sedikit keterlibatan dalam urusan sehari-hari perusahaan.

8. Kepemimpinan di Rusia

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Upaya yang dilakukan oleh manajer Rusia untuk mempromosikan bisnis melalui saluran resmi dapat dilakukan melalui birokrasi. Menggunakan orang-orang kunci dan aliansi pribadi, "sistem" sering dilewati dan hasil yang baik diharapkan tercapai.

9. Kepemimpinan di Australia

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Sosok manajer di Australia, seperti halnya orang Swedia, harus duduk di atas ring bersama "teman." Dari posisi ini, mereka memberikan pengaruh lebih besar daripada rekan-rekan mereka, karena sifat semi-Amerikanisasi dari bisnis Australia membutuhkan pemikiran cepat dan pengambilan keputusan cepat.
10. Kepemimpinan di China

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Konsensus umumnya sangat dihargai di China. Di perusahaan yang dikendalikan oleh negara, kelompok kepemimpinan memegang pernanan dalam memutuskan kebijakan. Di perusahaan-perusahaan bergaya kapitalis, para pemimpin muncul dengan reputasi kompetensi; juga pejabat yang dipilih secara lokal menjadi sangat berpengaruh.

11. Kepemimpinan di Indonesia

11 Gaya Kepemimpinan Manajerial di Dunia


Sosok manajer di Indonesia banyak dipengaruhi nilai-nilai luhur adat yang menjunjung tinggi kesetiakawanan dan kegotongroyongan. Seiring kemajuan pendidikan dan teknologi saat ini banyak lahir manajer berusia muda namun berpikiran progresif dan kritis. Bahkan kualitas mereka tidak kalah dengan manajer asing.

Sumber: www.businessinsider.com
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top