Rasio Kecukupan Modal Minus, Asabri Butuh Dana Rp7,2 Triliun

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:53 WIB
Rasio Kecukupan Modal...
Rasio Kecukupan Modal Minus, Asabri Butuh Dana Rp7,2 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri membutuhkan dana hingga Rp7,26 triliun untuk mengembalikan risk base capital (RBC) atau rasio kecukupan modal berbasis risiko perusahaan asuransi. Kondisi idealnya sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni mencapai 120%, namun RBC Asabri hingga 2019 tercatat minus 571%.

Bahkan risk base capital PT Asabri (Persero) tahun ini diprediksi akan semakin berkurang hingga minus 643,49%. "Penyehatannya itu untuk mencapai RBC 120 persen harus diperlukan peningkatan aset Rp7,2 triliun,” ujar Direktur Keuangan dan Investasi Rony Hanityo di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (29/1/2020)

Lebih lanjut Rony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR menerangkan, RBC negatif karena liabilitas lebih besar dari aset. Hal itu lantaran akumulasi cadangan Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan (LMPMD) tiap tahun, sementara nilai aset turun karena nilai investasi saham.

Rony menjelaskan, investasi Asabri pada kuartal VI 2019 turun drastis. Ia mencontohkan, ada saham yang turun dari harga sahamnya Rp500/unit bisa jadi Rp 50/saham. “RBC memang 2019 negatif tapi karena asuransi sosial captive market, dan nggak jualan, kalau jualan kan harus memenuhi RBC 120%, kalau di sini nggak ada isu," ucapnya.

Sementara Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja mengatakan, penurunan aset selama ini karena kesalahan penempatan investasi saham dan reksa dana di Hanson Internasional Group, yang dijalankan Benny Tjokro dan Heru Hidayat. "Ini yang kami sedang lakukan langkah agar dana kecukupan modal bisa terlaksana," jelasnya

Sebagai informasi, total aset PT Asabri (Persero) pada 2019 mengalami penurunan menjadi Rp10,6 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,4 triliun. Sedangkan, total aset dari pengelolaan iuran pensiun atau Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) juga mengalami penurunan dari Rp26,9 triliun pada 2018, menjadi Rp 18,9 triliun di akhir tahun 2019.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Erick Tunjuk...
Menteri Erick Tunjuk Politikus Gerindra Jadi Komisaris Asabri
Meneropong Isi Kantong...
Meneropong Isi Kantong PT Asabri Hingga 2025
Bos Asabri di Depan...
Bos Asabri di Depan DPR: Saya Kenyang Lihat Direksi Korupsi
Erick Thohir: Hari Ini...
Erick Thohir: Hari Ini Kita Fokus Asabri, Alhamdulillah Jiwasraya Sudah Putus
Bos PT Asabri Pastikan...
Bos PT Asabri Pastikan Ekuitas Perusahaan Sudah Membaik
Terbongkar! Bancakan...
Terbongkar! Bancakan Duit Asabari Lebih Gede Dibandingkan Jiwasraya
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
7 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
7 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
8 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
8 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
9 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
9 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved