Bos Asabri di Depan DPR: Saya Kenyang Lihat Direksi Korupsi

Rabu, 26 Januari 2022 - 14:03 WIB
loading...
Bos Asabri di Depan...
Direktur Utama PT Asabri (Persero) Wahyu Suparyono di depan DPR mengaku sudah kenyang dengan praktik dan cara-cara Direksi BUMN melakukan tindak pidana korupsi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Asabri (Persero) Wahyu Suparyono mengaku, memahami motif dan cara Direksi BUMN melakukan tindak pidana korupsi . Hal itu dia sampaikan kepada Komisi VI DPR RI saat rapat dengar pendapat, Selasa (25/1/2022).

Wahyu memang pernah berkarir selama 17 tahun sebagai Deputi Investigasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dia pun kerap mengusulkan agar direksi BUMN dipecat bila kedapatan melakukan gerakan tindak pidana korupsi.

"Saya ingin katakan kalau ada gerakan nyolong, saya usulkan diberhentikan dulu. Prinsip Pak itu. Ini persoalan hati pak. Saya kenyang pak lihat gimana sih cara direksi (BUMN) korupsi, baik itu di DKB. Saya paham betul pak, cara Direksi nyuri. 17 tahun saya Deputi Investigasi di BPKP Pak, saya akuntan murni," ujar Wahyu, dikutip Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Vonis Nihil Heru Hidayat di Kasus Asabri, Kejagung Tegaskan Banding

Dia memastikan usulan kepada Kementerian BUMN untuk memberhentikan Direksi perusahaan pelat merah bila adanya laporan window dressing, namun tidak sesuai dengan fakta lapangan. Window dressing dipahami sebagai strategi mempercantik portofolio investasi yang dilakukan perusahaan maupun manajer investasi. Upaya ini dilakukan sebelum disampaikan kepada pemegang saham atau investor.

Bahkan, Wahyu menyarankan kepada manajemen BUMN lainnya agar tidak lagi menggunakan window dressing dalam menyusun laporan perusahaan. Menurutnya, window dressing hanyalah hobi masa lalu dan sudah kuno saat ini.

"Teman BUMN lain bangganya minta ampun window dressing supaya tantiemnya besar, ini kampungan pak. Saya sudah beri masukan ke teman-teman, window dressing ini hobi masa lalu, sudah kuno sekarang," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
DSI Didukung Ciptakan...
DSI Didukung Ciptakan Kemandirian Indonesia lewat Tata Kelola SDA
Prabowo Desain Defisit...
Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Lebih Rendah di Level 1,8-2,4% PDB
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Rekomendasi
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved