Asabri Butuh Rp7,26 Triliun, Respons Menteri Erick Thohir: Eaaa

Rabu, 29 Januari 2020 - 22:29 WIB
Asabri Butuh Rp7,26...
Asabri Butuh Rp7,26 Triliun, Respons Menteri Erick Thohir: Eaaa
A A A
JAKARTA - PT Asabri (Persero) membutuhkan dana hingga Rp7,26 triliun untuk mengembalikan risk base capital (RBC) atau rasio kecukupan modal berbasis risiko perusahaan asuransi. Kondisi idealnya sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni mencapai 120%, namun RBC Asabri hingga 2019 tercatat minus 571%.

Menanggapi ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir hanya mengatakan sepatah satu kata. "Eaaa, ya ya ya ya," ujar Erick di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1/2020).(Baca Juga: Rasio Kecukupan Modal Minus, Asabri Butuh Dana Rp7,2 Triliun )
Sebelumnya Direktur Keuangan dan Investasi Rony Hanityo menerangkan, RBC negatif karena liabilitas lebih besar dari aset. Hal itu lantaran akumulasi cadangan Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan (LMPMD) tiap tahun, sementara nilai aset turun karena nilai investasi saham.

Rony menjelaskan, investasi Asabri pada kuartal VI 2019 turun drastis. Ia mencontohkan, ada saham yang turun dari harga sahamnya Rp500/unit bisa jadi Rp 50/saham. “RBC memang 2019 negatif tapi karena asuransi sosial captive market, dan nggak jualan, kalau jualan kan harus memenuhi RBC 120%, kalau di sini nggak ada isu," ucapnya.

Sementara Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja mengatakan, penurunan aset selama ini karena kesalahan penempatan investasi saham dan reksa dana di Hanson Internasional Group, yang dijalankan Benny Tjokro dan Heru Hidayat. "Ini yang kami sedang lakukan langkah agar dana kecukupan modal bisa terlaksana," jelasnya

Sebagai informasi, total aset PT Asabri (Persero) pada 2019 mengalami penurunan menjadi Rp10,6 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,4 triliun. Sedangkan, total aset dari pengelolaan iuran pensiun atau Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) juga mengalami penurunan dari Rp26,9 triliun pada 2018, menjadi Rp 18,9 triliun di akhir tahun 2019.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Erick Tunjuk...
Menteri Erick Tunjuk Politikus Gerindra Jadi Komisaris Asabri
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Tingkatkan Produksi...
Tingkatkan Produksi Kereta Api, Kementerian BUMN Ajukan Suntikan Dana
Bos Asabri Ungkap Borok...
Bos Asabri Ungkap Borok Pengelola Perusahaan Sebelumnya
Kasus Asabri Terjadi...
Kasus Asabri Terjadi karena 'Lembeknya' Pengawasan Dewan Komisaris
Meneropong Isi Kantong...
Meneropong Isi Kantong PT Asabri Hingga 2025
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
5 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
5 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
7 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
7 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
8 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
8 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved