Bank Dunia Beri 4 Saran Tingkatkan Kelas Menengah di Indonesia

Kamis, 30 Januari 2020 - 19:39 WIB
Bank Dunia Beri 4 Saran...
Bank Dunia Beri 4 Saran Tingkatkan Kelas Menengah di Indonesia
A A A
JAKARTA - World Bank alias Bank Dunia merilis laporan berjudul Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class, yang membahas kelas menengah di Indonesia. Bank Dunia menyatakan kelas menengah di Indonesia telah tumbuh cepat dibandingkan kelas yang lain. Namun masih ada 115 juta masyarakat Indonesia yang rentan untuk kembali miskin.

World Bank Regional Director for Equitable Growth, Finance and Institutions, Hassan Zaman, mengatakan agar Indonesia bisa naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi adalah dengan memperbanyak penduduk kelas menengah. Dengan demikian akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lantas Bank Dunia memberikan saran kebijakan yang perlu ditempuh pemerintah Indonesia dalam memperbanyak kelas menengah, yaitu:
1. Meningkatkan kualitas pendidikan tingkat lanjutan.
2. Menciptakan layanan kesehatan universal.
3. Meningkatkan administrasi perpajakan agar pemerintah memiliki modal untuk membangun infrastruktur, yang sangat penting untuk mendongkrak produktivitas.
4. Meningkatkan kapasitas layanan di daerah agar masyarakat semakin memiliki kemudahan untuk mengakses pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan sebagainya.

Menanggapi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bakal menampung saran dari Bank Dunia dalam meningkatkan kelas menengah.

"Ide yang disampaikan Bank Dunia sangat penting, juga sangat sesuai dengan pemikiran dan arah kebijakan pemerintah," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sri Mulyani menerangkan bahwa dalam mendesain sebuah kebijakan, pemerintah selalu menyampaikan sasaran pembangunan. Seperti saat pemerintah menaikkan harga BBM yang sangat tidak populer, namun pada saat yang sama, kesempatan itu dijadikan momen untuk membangun Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang sekarang menjadi Program Keluarga Harapan (PKH).

"Indonesia dalam 15 tahun terakhir perjalanan pembangunan, terus berusaha menguatkan kelas menengah tetapi masih belum merata. Untuk itu, kita perlu mengevaluasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber permasalahannya," jelasnya.

Ia menambahkan saran dari Bank Dunia akan diadopsi bahkan diimplementasikan. "Ada persamaan (saran Bank Dunia dan visi pemerintah) seperti pelayanan dan akses. Seperti peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan," tukasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Ungkap Biang...
Sri Mulyani Ungkap Biang Kerok Kelas Menengah Banyak Kuras Tabungan
Bank Dunia Kerek Status...
Bank Dunia Kerek Status Indonesia, Ngutang Jadi Kian Cincay
Jurus Sri Mulyani Agar...
Jurus Sri Mulyani Agar RI Tidak Terjebak di Middle Income Trap
Bhineka Luncurkan Produk...
Bhineka Luncurkan Produk untuk Jaring Kelas Menengah
Sri Mulyani Didatangi...
Sri Mulyani Didatangi Bank Dunia, Ada Apa Nih..?
Sri Mulyani Berharap...
Sri Mulyani Berharap Vaksinasi Bisa Suntik Konsumsi Masyarakat
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
3 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
3 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
4 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
4 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
5 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved