Realisasi APBN 2019 Disebut Tak Gambarkan Jokowi Pekerjakan Menkeu Terbaik

Kamis, 30 Januari 2020 - 21:05 WIB
Realisasi APBN 2019...
Realisasi APBN 2019 Disebut Tak Gambarkan Jokowi Pekerjakan Menkeu Terbaik
A A A
JAKARTA - Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 disebut seakan tidak menunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mempekerjakan sosok Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang disebut-sebut sebagai menteri keuangan terbaik di dunia. Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyayangkan kondisi realisasi perekononian dimana Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berpotensi gagal dalam mengimplementasikan berbagai rencana pembangunan yang dijanjikan oleh Presiden.

Menurut Misbakhun, dari laporan SMI soal realisasi APBN 2019, dapat terlihat bahwa banyak yang berjalan di luar skenario yang direncanakan. Padahal, kemungkinan Presiden Jokowi mampu meninggalkan legacy baik di periode kedua pemerintahannya, akan sangat tergantung dengan implementasi rencana perekonomian.

"Kalau kita lihat realisasi seperti ini tidak bisa menggambarkan bahwa pak Jokowi sedang memberikan kepercayaan kepada menteri keuangan terbaik di dunia. Karena realisasinya bisa kita lihat defisit bertambah, penerimaan tidak tercapai," kata Misbakhun di hadapan Menteri SMI dalam rapat dengan Komisi XI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sebagai anggota Golkar yang merupakan pendukung dan pengusung Jokowi, Misbakhun mengaku dirinya tak rela bila Jokowi mendapat malu akibat buruknya kinerja perekonomian.

"Saya tidak ingin Pak Jokowi sudah meng-hire Menkeu terbaik di dunia, kemudian orang mempermalukan Pak Jokowi. Target-target ekonominya diolok-olok oleh masyarakat, diolok-olok oleh orang lain sebagai presiden tukang utang karena utangnya bertambah dan sebagainya," bebernya.

Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani sudah menjelaskan bahwa realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1.957,2 triliun atau tumbuh 0,7% dibandingkan capaian tahun 2018. Masalahnya, Misbakhun menyatakan bahwa terjadi defisit penerimaan pajak dari target Rp1.577 triliun yang hanya tercapai Rp1.331 triliun, alias ada spread hingga Rp246 triliun.

Defisit ini yang memberikan tekanan kepada defisit anggaran secara keseluruhan. Anehnya, di 2019 saja sudah tak terealisasi, target penerimaan perpajakan kembali dinaikkan pada APBN 2020.

"KADIN juga menyampaikan bahwa mereka mempunyai banyak pertanyaan, kenapa realisasi 2019 cuma tumbuh sekitar 1,7%. Tetapi target berikutnya makin tinggi? Karena apa, merekalah yang akan menjadi para pembayar pajak. Sampai sekarang kita tidak menemukan strategi apa yang akan diterapkan oleh pemerintah untuk mengatasi itu," urai politikus dari dapil Pasuruan dan Probolinggo itu.

Diingatkan olehnya bahwa sudah berkali-kali pihaknya memberi warning kepada SMI soal kesalahan membuat asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) ketika menyusun asumsi realisasi PPh Migas pada APBN 2019. Hal ini yang akhirnya memberikan tekanan baru terhadap realisasi APBN 2019."Tapi kenapa desainnya masih seperti ini lagi?" tukasnya.

Untuk diketahui, di APBN 2020, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp2.233,2 triliun, sementara belanja negara Rp 2.540,4 triliun. Defisit ditargetkan sebesar Rp307,2 triliun atau setara 1,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pembiayaan defisit APBN 2020 akan bersumber dari pembiayaan utang Rp 351,9 triliun, pembiayaan investasi negatif Rp74,2 triliun, pemberian pinjaman Rp5,1 triliun, kewajiban penjaminan negatif Rp 600 miliar, dan pembiayaan lainnya Rp25 triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Reputasi RI Rusak Soal...
Reputasi RI Rusak Soal Menjaga Defisit APBN di Mata Dunia
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Pendapatan Negara Minus...
Pendapatan Negara Minus 12,4% Terbebani Guyuran Insentif
APBN 2020 Direvisi,...
APBN 2020 Direvisi, Belanja Kementerian dan Lembaga Dipotong Rp50 Triliun
Realisasi Belanja Negara...
Realisasi Belanja Negara Bulan April Baru Mencapai Rp624 Triliun
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
37 menit yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
50 menit yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
1 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
2 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
2 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved