Inggris dan Uni Eropa Bercerai Ancam Ekspor Indonesia Terganggu

Minggu, 02 Februari 2020 - 09:15 WIB
Inggris dan Uni Eropa...
Inggris dan Uni Eropa Bercerai Ancam Ekspor Indonesia Terganggu
A A A
JAKARTA - Bercerainya Inggris dari Uni Eropa (UE) alias Brexit dinilai berpotensi bakal mempengaruhi arus ekspor di Indonesia. Ekonom Indef Bhima Yudisthira menerangkan, hal itu diperkirakan bakal mempengaruhi jalannya rantai pasok.

Dimana Selama ini Indonesia melakukan ekspor bahan baku industri ke eropa kemudian diolah menjadi produk akhir dan dikirim ke Inggris. "Artinya pola distribusi barang akan mengalami perubahan signifikan. Ini menambah ketidakpastian bagi eksportir bahan baku indonesia," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta.

Di sisi lain guncangan lain menurutnya juga pasti ada pada sektor keuangan. Meskipun beberapa pelaku pasar sudah price in untk mengantisipasi gejolak paska negosiasi brexit yang berkepanjangan.

"Kita khawatir London tidak lagi menjadi pusat keuangan eropa. Kantor kantor pusat bank dan perusahaan investasi akan pergi dari Inggris. Ini situasi yang mengganggu stabilitas pasar modal global. Apalagi sekarang ada wabah corona yang mempengaruhi kepercayaan investor," ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Namun, yang harus diperhatikan adalah bagaimana kesepakatan yang dibuat antara Inggris dengan Uni Eropa.

"Yang harus diperhatikan adalah dampak jangka panjang bagaimana Uni Eropa dengan Inggris melakukan perjanjian pemisahan itu, apakah tetap bisa menjaga kepentingan keduanya. Dalam artian apa tetap bisa menjaga kepentingan ekonomi," ujar Menkeu Sri Mulyani.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inggris dan Uni Eropa...
Inggris dan Uni Eropa Bercerai, Saatnya Genjot Ekspor Kopi RI, Teh hingga Kakao
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
Inggris: Covid-19, Resesi,...
Inggris: Covid-19, Resesi, dan Brexit
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Lupa Brexit Sudah Terjadi
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved