Bangun Infrastruktur Labuan Bajo dan Mandalika, ITDC Minta Pemerintah Suntik PMN

Selasa, 04 Februari 2020 - 15:29 WIB
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Labuan Bajo dan Mandalika, ITDC Minta Pemerintah Suntik PMN
A A A
JAKARTA - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meminta pemerintah memberikan suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Hal itu untuk kebutuhan pembangunan destinasi wisata super prioritas.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan pengembangan lima Destinasi Super Prioritas yang terdiri dari Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

"Perlu dukungan, support dalam percepatan pembangunan destinasi prioritas, yaitu dalam hal membangun infrastrukturnya," ujar Direktur Utama ITDC Abdul Abdulbar M Mansoer dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Dia menyatakan, pembangunan infrastruktur bukan perkara yang mudah. Menurutnya, Mandalika dan Labuan Bajo menjadi destinasi yang pembangunan infrastrukturnya cukup berat sehingga dibutuhkan pendanaan yang besar.

Abdul bilang, untuk pembangunan infrastruktur awal di Mandalika butuh pendanaan lebih dari Rp5 triliun, sedangkan di Labuan Bajo butuh lebih dari Rp3 triliun.

Oleh sebab itu, dirinya ingin pemerintah bisa membantu dengan tambahan pendanaan agar program percepatan destinasi prioritas bisa terealisasi. Hingga saat ini, ITDC sudah menerima suntikan PMN sebesar Rp250 miliar pada tahun 2015 untuk pengembangan Mandalika.

"Infrastrukturnya Mandalika bisa Rp5 triliun lebih, Labuan Bajo Rp3 triliun lebih. Jadi ini dibutuhkan suatu terobosan, salah satunya dengan dukungan penambahan PMN," kata dia.

Di sisi lain, Abdul menyatakan, kinerja keuangan perseroan semakin tertekan lantaran mengerjakan penugasan pengembangan destinasi wisata, terutama di Mandalika.

Laba bersih perseroan cenderung mengalami tren prenurunan, dimana pada 2015 sebesar Rp87 miliar, 2016 Rp80 miliar, 2017 Rp63 miliar, 2018 Rp73 miliar, dan 2019 menjadi Rp53 miliar.

"Aset dan revenue (pendapatan) naik, tapi laba bersih tidak karena kami emban tugas besar untuk pengembangan Mandalika. Kami juga curahkan banyak sumber daya, baik dari SDM maupun konstruksi, sehingga laba bersih tertekan dalam dua tahun terkahir," jelasnya.

Menurut Abdul, jika tak ada penugasan tersebut, sudah tentu perseroan mampu mendorong kenaikan laba bersih. "Kalau kami tidak membangun Mandalika, kemungkinan bisa kami pertahankan. Kami sadar performa perusahan akan terpengaruh dari investasi tersebut," imbuhnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mandalika GP Hub Kembali...
Mandalika GP Hub Kembali Hadir, Rasakan Pengalaman Tak Terlupakan
Kementerian BUMN Bersama...
Kementerian BUMN Bersama Pegadaian, Jasa Marga dan ITDC Luncurkan Program Perdana Bakti BUMN di Mandalika Lombok
ITDC Sangkal Terjerat...
ITDC Sangkal Terjerat Utang Rp4,6 Triliun Imbas Bangun Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasannya
Kebut Pemulihan Sektor...
Kebut Pemulihan Sektor Parekraf, Sandiaga Uno Gandeng PT MRT Jakarta Hadirkan Lima Destinasi Super Prioritas di Ibu Kota
Sambut MotoGP Mandalika,...
Sambut MotoGP Mandalika, Dorna Sports Mulai Kirim Logistik
Labuan Bajo Siap Jadi...
Labuan Bajo Siap Jadi Venue Side Event G20, Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved