INFA Tegaskan Angkutan Ferry Tetap Operasi Meski Ada Ancaman Mogok

Kamis, 06 Februari 2020 - 23:01 WIB
INFA Tegaskan Angkutan...
INFA Tegaskan Angkutan Ferry Tetap Operasi Meski Ada Ancaman Mogok
A A A
JAKARTA - Indonesia National Ferryowner Associations (INFA) menyatakan masyarakat tak perlu panik terkait adanya ancaman mogok operasi dari kalangan usaha Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (GAPASDAP). Seperti diketahui, Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo mengatakan, pihaknya mengancam akan melakukan mogok operasi jika permintaan kenaikan tarif tak diindahkan pemerintah.

Namun Ketua Umum INFA, Eddie Soetomo mengatakan, saat ini asosiasi angkutan penyeberangan, baik INFA maupun Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, Penyeberangan) telah beberapa kali membahas kenaikan tarif angkutan penyeberangan bersama pemerintah.

Namun, pemerintah memang belum menetapkan penyesuaian tarif itu karena masih melihat berbagai aspek. INFA, kata Eddie, memaklumi hal tersebut asalkan diharapkan penyesuaian tarif bisa tetap direalisasikan sesegera mungkin.

"Kami dari INFA memastikan tak akan melakukan aksi mogok. Kami tetap memaklumi pemerintah dan kami yakin penyesuaian tarif akan segera terlaksana," ungkap Eddie di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Menurut Eddie, dalam pembahasan bersama pihak terkait disepakati bahwa pada lintasan komesial yang padat seperti di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk kenaikan rata-ratanya antara 10-15%. Sedangkan, pada lintasan lainnya paling tinggi 28%.

"Tetapi kemudian ada permintaan kenaikan tarif yang lebih besar daripada yang tengah diusulkan itu. Permintaan yang terakhir ini bukan dari INFA. INFA hanya terkait dengan pembahasan tarif yang dilakukan bersama dengan pemerintah," ungkap Eddie.

Eddie menambahkan, dapat dipastikan bahwa dalam mengajukan usulan kenaikan tarif, INFA tidak akan melalui cara-cara yang menekan atau mengancam pemerintah. Selama ini pemerintah cukup akomodatif dan merespon dengan baik usulan pihaknya dengan kesepakatan yang memadai.

"Pemerintah masih harus mempertimbangkan ability to pay dan willingness to pay dalam masyarakat serta situasi politik yang melingkupi kurun tersebut. Kenaikan tarif angkutan penyeberangan yang serentak di seluruh Indonesia ini tidak dapat disangkal lagi sedikit banyak akan menimbulkan multiplayer effect pada perekonomian bangsa. Oleh karena itu, kami memaklumi jika pemerintah harus sangat berhati-hati melakukannya," papar Eddie.

Eddie memastikan, apabila nanti hanya anggota-anggota INFA dan PT ASDP Indonesia Ferry saja yang melayani angkutan penyeberangan, hal tersebut tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah daerah untuk angkutan penyeberangan.

Sebagai informasi dalam INFA tergabung pemilik kapal dari tujuh perusahaan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry. Adapun jumlah kapal yang tergabung dalam INFA ada 74 kapal ferry dan belum termasuk kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry yang berjumlah 155 kapal.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program Tol Laut Masih...
Program Tol Laut Masih Jadi Andalan Distribusi Logistik
INSA Dukung Larangan...
INSA Dukung Larangan Mudik dengan Batasi Pelayaran
Ekspor Impor Terhambat,...
Ekspor Impor Terhambat, INSA Keluhkan Gangguan Sistem Bea Cukai
Kinerja Pelayaran Masih...
Kinerja Pelayaran Masih Terpukul, INSA Minta Keringanan
Pengusaha Minta Pelaut...
Pengusaha Minta Pelaut & Pekerja Pelabuhan Masuk Prioritas Vaksinasi
INSA Kaji Kenaikan Tarif...
INSA Kaji Kenaikan Tarif CHC Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
57 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved