Jumlah Tenaga Kerja AS Meningkat Tajam, Bertambah 225.000 Orang

Jum'at, 07 Februari 2020 - 21:33 WIB
Jumlah Tenaga Kerja...
Jumlah Tenaga Kerja AS Meningkat Tajam, Bertambah 225.000 Orang
A A A
WASHINGTON - Perekonomian Amerika Serikat menguat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Angka pengangguran di AS turun drastis seiring bertambahnya jumlah tenaga kerja. Melansir Business Insider, Jumat (7/2/2020), Biro Statistik Tenaga Kerja mengumumkan jumlah tenaga kerja bulan Januari 2020 bertambah 225.000 orang, melampaui prediksi para ekonom sebanyak 165.000 orang.

Hasil ini membuat pasar tenaga kerja AS berada dalam jalur optimis. CNBC menulis indikator pasar tenaga kerja AS naik 0,2% menjadi 6,9%. Tingkat pengangguran berada di angka 3,5%, level terendah dalam 50 tahun terakhir.

Secara rinci, industri konstruksi memimpin penciptaan lapangan kerja di bulan Januari, dengan menyerap 44.000 tenaga kerja, jauh di atas rata-rata tahun 2019 yang menyerap 12.000 tenaga kerja.

Sektor leisure-hospitality dan sektor perawatan kesehatan masing-masing menyerap 36.000 tenaga kerja. Bidang bisnis berkontribusi pada 21.000 tenaga kerja, transportasi dan pergudangan menampung 28.000 pekerja. Hanya saja, sektor manufaktur mengalami kemerosotan, hanya menampung 12.000 orang akibat penurunan permintaan kendaraan bermotor.

Dan yang menjadi berita baik bagi para pekerja adalah kenaikan upah. Era Trump, upah para pekerja di AS terus meningkat. Upah rata-rata pekerja per jam di bulan Januari naik menjadi 3,1% dibandingkan tahun lalu, menjadi USD28,44 per jam. Selama 18 bulan beruntun, upah pekerja di AS naik sekitar 3%. Namun jumlah kerja rata-rata per minggu tidak berubah, tetap di angka 34,3 jam.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Tunjangan Pengangguran...
Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Melonjak Cetak Rekor Baru dalam Dua Bulan
Wall Street Dibuka Tergelincir...
Wall Street Dibuka Tergelincir Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS
Wall Street Dibuka Variatif...
Wall Street Dibuka Variatif Saat Pasar Terbebani Data Tenaga Kerja AS
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Terbebani Rilis Data...
Terbebani Rilis Data Tenaga Kerja, Wall Street Dibuka Ambrol
Terbantu Data Tenaga...
Terbantu Data Tenaga Kerja AS, Wall Street Hari Ini Dibuka Menguat
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
35 menit yang lalu
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
2 jam yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
2 jam yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
4 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
4 jam yang lalu
Infografis
Melawan Houthi, Kapal...
Melawan Houthi, Kapal Induk Eisenhower AS Bisa Kehabisan Tenaga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved