Kurs Rupiah Mengawali Pekan Ini Dibuka Merosot, Dolar AS Kokoh

Senin, 10 Februari 2020 - 10:41 WIB
Kurs Rupiah Mengawali...
Kurs Rupiah Mengawali Pekan Ini Dibuka Merosot, Dolar AS Kokoh
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin (10/2/2020) dibuka merosot untuk melanjutkan tren negatif sejak akhir pekan kemarin. Pagi ini kurs rupiah tergerus saat dolar AS kembali terlihat kokoh ditopang data ketenagakerjaan di tengah kekhawatiran atas penyebaran wabah virus Corona yang terus menelan korban jiwa.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka jatuh menjadi Rp13.708/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah meneruskan tren kejatuhan usai kemarin di posisi Rp13.647/USD.

Sementara menurut data Yahoo Finance justru menunjukkan stagnan atau tidak beranjak dari sesi sebelum. Terpantau pada awal sesi, kurs rupiah tertahan pada level Rp13.643/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga memperlihatkan tren negatif dengan penurunan hingga bertengger di level Rp13.690/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.675/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.690-Rp13.717/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi ikut tertekan tipis pada level Rp13.650 per USD. Sedikit melemah, rupiah terlihat bergerak fluktuatif melihat sesi perdagangan sebelumnya.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar AS mencetak keuntungan pada perdagangan hari Senin, setelah data pasar ketenagakerjaan memberikan tanda terbaru dari kekuatan ekonomi AS. Sementara kekhawatiran tentang epidemi virus Corona terus menekan perdahangan, dimana pasar mata uang terus merosot.

Data pada hari Jumat menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS lebih cepat dibandingkan bulan lalu, dengan kekuatan khusus dalam konstruksi yang menunjukkan perekonomian dalam kondisi baik-baik saja. Sedangkan jumlah korban tewas akibat wabah virus corona, naik lagi selama akhir pekan melewati epidemi SARS. Sekarang jumlahnya mencapai 908 di daratan Cina, di mana ada total 40.171 kasus terinfeksi.

Dolar Australia menyentuh posisi terendah 0,6657 terhadap USD dalam perdagangan awal dan terakhir berdiri di USD0,6680. Dolar Selandia Baru juga menyentuh posisi paling rendah dalam dua bulan yakni 0,6397. Terhadap Euro, greenback hanya di bawah empat bulan tinggi 1,0940 sednbagkan pada hari Jumat, berdiri di posisi 1,0948. Sedangkan Pounds parkir dekat level terendah sejak November di 1,2890 saat melawan USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
10 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
58 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved