Menperin: Industri Galangan Kapal Perlu Dukungan Pembiayaan

Senin, 10 Februari 2020 - 16:35 WIB
Menperin: Industri Galangan...
Menperin: Industri Galangan Kapal Perlu Dukungan Pembiayaan
A A A
MAKASSAR - Industri galangan kapal di dalam negeri dinilai telah memiliki daya saing yang tinggi karena mampu menghasilkan produk yang berkualitas.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sumber daya manusia (SDM) industri galangan kapal di dalam negeri sudah kompetitif dengan para teknisi atau tenaga ahli dari luar negeri. Kemampuan ini misalnya ditunjukkan oleh pekerja PT Afta Tehnik Mandiri yang menyelesaikan pembangunan Kapal Ferry Ro-Ro Cargo 1.395 GT "KMP New Rose".

"Tentunya kami sangat bangga terhadap capaian itu, dan kami akan terus mendorong kompetensinya. Bahkan, mereka bisa membuat biaya produksinya bisa jauh lebih murah dibandingkan kapal tipe sejenis dari impor," ujarnya ketika melakukan kunjungan kerja di galangan kapal PT Afta Tehnik Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/2/2020).

Penyelesaian KMP New Rose memakan waktu sekitar 1,5 tahun dengan melibatkan 40 pekerja. KMP New Rose didesain dan dibangun untuk menyempurnakan kebutuhan yang belum ada di armada perusahaan yang dimiliki sebelumnya.

Agus melanjutkan, industri galangan kapal juga perlu mendapat perhatian dari pemerintah, salah satunya adalah adanya bantuan mengenai pendanaan proses produksi. Sebab, selain padat karya dan padat teknologi, karakteristik industri galangan kapal juga padat modal.

Untuk itu, pihaknya bersama para pemangku kepentingan terkait senantiasa proaktif untuk mendukung kemajuan industri galangan kapal di Tanah Air dengan mengeluarkan program dan kebijakan yang strategis.

"Dalam membangun kapal, mereka membutuhkan biaya yang sangat besar. Sementara proyeknya tidak bisa dijadikan jaminan oleh pihak bank. Sesuai amanat Undang-Undang Perindustrian, pemerintah perlu membangun lembaga pembiayaan itu sendiri," jelasnya.

Di samping itu, kebijakan lainnya yang bakal terus didorong untuk kemajuan industri galangan kapal adalah mengenai pemberian insentif fiskal. "Kebijakan ini dipandang penting karena dapat memberikan keleluasaan industri galangan kapal dalam meningkatkan kemampuan dan daya saing," kata Agus.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri perkapalan nasional sudah mencapai beberapa kemajuan, di antaranya peningkatan jumlah galangan kapal menjadi lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 1 juta DWT per tahun untuk bangunan baru dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.

Agus menuturkan, industri galangan kapal ini akan terus didorong agar dapat memenuhi kebutuhan kapal dalam negeri. Upaya ini diharapkan dapat mendukung penggunaan produk dalam negeri dan memperbaiki neraca perdagangan nasional dengan mensubstitusi produk impor.

"Apalagi industri ini bisa membantu program prioritas nasional dalam menciptakan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia," tuturnya.

Direktur Utama PT Afta Tehnik Mandiri Andi Baso Buniyamin mengatakan, KMP New Rose didesain dan dibangun untuk menyempurnakan kebutuhan yang belum ada di armada perusahaan yang dimiliki sebelumnya.

Bahkan, mayoritas bahan baku atau komponen yang diserap KMP New Rose berasal dari industri dalam negeri, seperti penggunaan baja hasil produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

"Tingkat kandungan dalam negerinya cukup tinggi, hampir 80%. Hanya mesin dan peralatan navigasi saja yang masih impor," jelas Baso.

Adapun biaya produksi dalam perakitan KMP News Rose menghabiskan ongkos produksi sebesar Rp40 miliar. "Ongkos ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kapal buatan luar negeri yang mencapai Rp100 miliar. Jadi lebih hemat 60%," jelasnya.

Nantinya, KMP New Rose akan melayani rute Pelabuban Bansalae Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, ke Pelabuhan Tobaku, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Prioritaskan...
Pemerintah Diminta Prioritaskan Industri Galangan Kapal Nasional
Kejar Pertumbuhan 8%,...
Kejar Pertumbuhan 8%, Kemenperin Akselerasi Industri Maritim
PT DPL Berhasil Docking...
PT DPL Berhasil Docking Kapal yang ke Seribu
Miris! Pemerintah Impor...
Miris! Pemerintah Impor Kapal di Saat Usaha Galangan Lokal Sepi Proyek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Dukung Pelaku Industri...
Dukung Pelaku Industri Perkapalan, Menko Airlangga Tinjau Langsung Produksi KRI Teluk Palu
Berita Terkini
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
15 menit yang lalu
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
5 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
6 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
7 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved