Konsolidasi RS BUMN, Erick Thohir Harap Pendapatan Jadi Rp8 Triliun

Senin, 10 Februari 2020 - 18:48 WIB
Konsolidasi RS BUMN,...
Konsolidasi RS BUMN, Erick Thohir Harap Pendapatan Jadi Rp8 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Bina Medika (Persero) atau Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) akan menjadi titik awal sinergi Rumah Sakit (RS) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nantinya, akan ada 64 rumah sakit dengan total 6.500 tempat tidur yang akan disatukan pengelolaannya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dengan terkonsolidasinya rumah sakit milik BUMN di bawah Pertamedika akan membuat pendapatan sebesar Rp5,6 triliun dengan ebitda (laba bersih sebelum dipotong pajak) Rp510 miliar.

"Tetapi kita belum konsolidasi dan maksimal. Saya harapkan ke depan bisa kurang lebih (pendapatan) Rp8 triliunan," ujar Erick dalam acara Indonesia Healthcare Corporation (IHC) Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Dia melanjutkan, rumah sakit milik negara tidak hanya terfokus pada masalah pendapatan atau keuntungan semata, tetapi menekankan agar fokus bisnis perusahaan BUMN sesuai dengan jalurnya.

"Justru bagaimana dengan konsolidasi rumah sakit ini yang tadinya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang nggak fokus ke kesehatan sekarang menjadi fokus di kesehatan, yang dituntut jadi ahli di bidangnya," katanya.

Untuk konsolidasi rumah sakit BUMN, Erick menyebut akan ada tiga tahapan yang akan dijalankan. Nantinya, diharapkan akhir tahun 2020 proses konsolidasi semakin besar.

"Yang pertama kan Pelni dengan Pertamina dulu, setelah dengan PTPN, Pelindo dan lain-lain. Tapi hari ini untuk operasionalnya tidak menunggu kepemilikan, sudah mulai disinergikan operasionalnya. Apalagi penting sekali tercipta bisa memetakan konsolidasi ini ke depannya perlu apa, misalnya alat CT scan, MRI baru lima. Dengan mapping ini kita bisa prediksi kebutuhan dari alat-alat yang ada," ucapnya.

Dia juga menjelaskan mengenai holding perusahaan farmasi BUMN yang telah terjadi. Ke depannya, dia berharap agar holding farmasi dapat bersinergi dengan Pertamedika.

"Holding farmasi sudah terjadi, bagaimana farmasi ini bisa bersinergi dengan rumah sakit karena penting sekali, pada saat sekarang usia penduduk Indonesia masih muda, sekitar 58% populasi. Health security harus mulai diantisipasi dari sekarang," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Punya 4.500 Tempat Tidur,...
Punya 4.500 Tempat Tidur, Pendapatan Grup RS BUMN Ditaksir Capai Rp4,5 Triliun
30% Saham RS BUMN Dijual...
30% Saham RS BUMN Dijual ke Konglomerasi Hong Kong, Ini Penjelasan Erick Thohir
Kemitraan Strategis...
Kemitraan Strategis Holding RS BUMN Mantapkan Langkah Transformasi Sektor Kesehatan
IHC Gandeng Mayo Clinic,...
IHC Gandeng Mayo Clinic, Erick Thohir: Wujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional
Menteri BUMN Resmikan...
Menteri BUMN Resmikan Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina
Babak Baru Pembentukan...
Babak Baru Pembentukan Holding RS BUMN, 7 Badan Usaha Teken Akta Jual Beli
Berita Terkini
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
15 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved