Industri FMCG Diperkirakan Bisa Tumbuh Positif

Selasa, 11 Februari 2020 - 00:29 WIB
Industri FMCG Diperkirakan...
Industri FMCG Diperkirakan Bisa Tumbuh Positif
A A A
JAKARTA - Di era digital bisnis memiliki beragam pilihan untuk mengembangkan brand (merek). Lembaga riset Kantar mengeluarkan studi yang dapat mengukur dan membantu perusahaan menyusun strategi pemasaran secara efektif.

Studi ini melibatkan 11.000 panel rumah tangga di Indonesia. Para responden sebagian besar pembeli produk barang konsumsi atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Menurut Kantar, pertumbuhan brand pada segmen itu semakin sulit untuk dicapai. Tahun 2017, brand FMCG tumbuh sebesar 73%, namun pada 2018, hanya tumbuh sebesar 42%.

"Bagaimana membuat sebuah merek tumbuh secara berkelanjutan adalah tantangan besar, sebab hanya 32% merek yang tumbuh di kedua tahun tersebut," ujar Expert Solution Director Kantar Indonesia, Johan Pangaribuan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/2/2020).

Dari analisa Kantar dalam industri FMCG di Indonesia, Facebook memberikan Return On Ads Spend (ROAS) yang cukup tinggi. Dalam setiap Rp1 yang diinvestasikan oleh sebuah merek di Facebook, secara rata-rata akan memberikan pengembalian penjualan 1.82 kali lebih besar.

Meski media sosial menjadi saluran menarik bagi perusahaan, di Indonesia, TV masih tetap menjadi platform yang kuat dengan jangkauan audiens yang sangat luas. "Keduanya harus dapat saling bersinergi untuk mendorong pertumbuhan merek dan meningkatkan penjualan serta bisnis," paparnya.

Sinergi antara TV dan Facebook, kata dia, sangat positif. Sinergi ini menghasilkan tambahan penjualan yang lebih besar, dan kemungkinan konsumen untuk membeli produk tertentu setelah mereka yang melihat TV dan Facebook menjadi lebih besar, yaitu 1,3x lebih besar dari estimasi.

Ada analisis menarik dari sinergi antara TV dan Facebook. Studi dari Kantar menunjukkan ketika terjadi kombinasi antara TV dan Facebook, kemungkinan pembelian terhadap sebuah merek meningkat hingga 56%. Bahkan, pada kenyataannya, kemungkinan pembelian bisa mencapai 71%.

"Ini artinya bahwa TV dan Facebook menghasilan sebuah simbiosis yang saling melengkapi dan bersama-sama mendorong pertumbuhan merek dan bisnis di Indonesia," tuturnya.

Marketing Science Lead untuk Facebook di Indonesia, Adisti Latief, mengatakan Facebook terus mendukung perkembangan bisnis yang mengadopsi teknologi digital untuk memberikan program dan solusi dan membantu mereka terhubung dengan para konsumen.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Seri Premium OUD Airpro...
Seri Premium OUD Airpro Dirancang Khusus untuk Ramadan dan Idul Fitri
Model Bisnis Multilokal...
Model Bisnis Multilokal Percepat Produksi Saniter
Produk Digital Dongkrak...
Produk Digital Dongkrak 40% Pendapatan Perusahaan di 2026, Suplai Talenta Perlu DiGenjot
Asuransi Jasindo Gandeng...
Asuransi Jasindo Gandeng Igloo untuk Pemasaran Produk di Platform Digital
Internet Jangan Jadi...
Internet Jangan Jadi Panggung Asing, Budayakan Beli Produk Lokal!
Wajah Baru BPR dengan...
Wajah Baru BPR dengan Tambahan Produk Layanan Digital
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
7 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved