Rupiah Dibuka Merangkak Naik, Dolar AS dan Yen Diminati
Selasa, 11 Februari 2020 - 10:10 WIB
Rupiah Dibuka Merangkak Naik, Dolar AS dan Yen Diminati
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (11/2/2020) dibuka merangkak naik, setelah sebelumnya berakhir loyo. Perbaikan kurs rupiah terlihat, ketika dolar AS dan Yen Jepang justru semakin diminati seiring dengan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona yang membuat investor mencari investasi yang aman.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka meningkat menjadi Rp13.686/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah bangkit usai kemarin tertekan di posisi Rp13.708/USD.
Sementara menurut data Yahoo Finance juga menunjukkan peningkatan dimana rupiah pada sesi pagi perdagangan bertengger di level Rp13.704 per USD dengan pergerakan harian Rp13.680 hingga Rp13.704/USD. Peringkat tersebut hanya naik tipis dibandingkan sebelumnya Rp13.705/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memperlihatkan tren positif dengan penguatan menuju Rp13.695/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.711/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.682-Rp13.695/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi ikut bangkit pada level Rp13.689 per USD. Melonjak naik, rupiah terlihat balik melawan bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp13.750/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar AS dan Yen Jepang yang diminati pada perdagangan hari Selasa, saat kekhawatiran tentang penyebaran virus corona membuat investor menuju tempat yang aman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, bahwa penyebaran virus di luar China bisa menjadi "percikan yang bakal menjadi api lebih besar". Diketahui Corona virus telah menelan korban jiwa mencapai 1.016 orang di daratan China.
Dolar, dipandang sebagai mata uang safe haven karena posisinya sebagai mata uang cadangan dunia hingga berdiri kokoh pada posisi tertinggi dalam empat bulan terhadap euri menjadi USD1,0910. Terhadap enam mata uang lainnya, dolar juga menguat ke level 98,832.
Greenback menyentuh posisi tertinggi dalam tiga bulan di 0,6378 per dolar Selandia Baru, dan pada posisi 0,6686 per dolar Aussie tidak jauh di atas puncak dalam satu dekade yakni 0,6657 pada hari Senin, kemarin.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka meningkat menjadi Rp13.686/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah bangkit usai kemarin tertekan di posisi Rp13.708/USD.
Sementara menurut data Yahoo Finance juga menunjukkan peningkatan dimana rupiah pada sesi pagi perdagangan bertengger di level Rp13.704 per USD dengan pergerakan harian Rp13.680 hingga Rp13.704/USD. Peringkat tersebut hanya naik tipis dibandingkan sebelumnya Rp13.705/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memperlihatkan tren positif dengan penguatan menuju Rp13.695/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.711/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.682-Rp13.695/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi ikut bangkit pada level Rp13.689 per USD. Melonjak naik, rupiah terlihat balik melawan bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp13.750/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar AS dan Yen Jepang yang diminati pada perdagangan hari Selasa, saat kekhawatiran tentang penyebaran virus corona membuat investor menuju tempat yang aman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, bahwa penyebaran virus di luar China bisa menjadi "percikan yang bakal menjadi api lebih besar". Diketahui Corona virus telah menelan korban jiwa mencapai 1.016 orang di daratan China.
Dolar, dipandang sebagai mata uang safe haven karena posisinya sebagai mata uang cadangan dunia hingga berdiri kokoh pada posisi tertinggi dalam empat bulan terhadap euri menjadi USD1,0910. Terhadap enam mata uang lainnya, dolar juga menguat ke level 98,832.
Greenback menyentuh posisi tertinggi dalam tiga bulan di 0,6378 per dolar Selandia Baru, dan pada posisi 0,6686 per dolar Aussie tidak jauh di atas puncak dalam satu dekade yakni 0,6657 pada hari Senin, kemarin.
(akr)