Tantangan Kian Berat, OJK Minta Pasar Modal Makin Kuat
Jum'at, 14 Februari 2020 - 23:58 WIB
Tantangan Kian Berat, OJK Minta Pasar Modal Makin Kuat
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundang para direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), KPEI, KSEI hingga manajer investasi (MI) untuk membicarakan kondisi terbaru terkait pasar modal. Dalam pertemuan itu dibahas langkah yang harus dilakukan BEI guna meningkatkan kinerja pasar modal serta perkembangan terbaru dari kinerja keuangan sektor modal.
"Itu hanya pertemuan saja, pertemuan dengan pelaku, apa yang dikerjakan selama ini oleh regulator, ke depannya bagaimana. pokoknya kita menuju pasar modal yang lebih baik," ujar Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno di Jakarta, Jumat (14/2/2020).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Octavianus Budiyanto mwngatakan dalam rapat itu juga membahas ke depannya pasar modal harus bisa memberikan kinerja yang positif. "Biar semua jadi pintu, manageable, semua bisa sama-sama kasih berita positif, dan kalau ada ini bisa sharing informasi kalau misalnya ada kasus," jelasnya.
Dia pun melanjutkan bahwa tantangan di pasar modal akan lebih besar. Untuk itu pasar modal harus memiliki strategi bisnis agar tidak bergejolak. "Trade war kemarin, kemudian corona virus, ekonomi melemah kan, ekonomi dunia melemah, minyak turun, berarti impor kita akan berkurang," jelasnya.
"Itu hanya pertemuan saja, pertemuan dengan pelaku, apa yang dikerjakan selama ini oleh regulator, ke depannya bagaimana. pokoknya kita menuju pasar modal yang lebih baik," ujar Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno di Jakarta, Jumat (14/2/2020).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Octavianus Budiyanto mwngatakan dalam rapat itu juga membahas ke depannya pasar modal harus bisa memberikan kinerja yang positif. "Biar semua jadi pintu, manageable, semua bisa sama-sama kasih berita positif, dan kalau ada ini bisa sharing informasi kalau misalnya ada kasus," jelasnya.
Dia pun melanjutkan bahwa tantangan di pasar modal akan lebih besar. Untuk itu pasar modal harus memiliki strategi bisnis agar tidak bergejolak. "Trade war kemarin, kemudian corona virus, ekonomi melemah kan, ekonomi dunia melemah, minyak turun, berarti impor kita akan berkurang," jelasnya.
(fjo)
Lihat Juga :