alexametrics

Hindari Penipuan, Lima Cara Pilih Wedding Organizer yang Resmi

loading...
A+ A-
JAKARTA - Bisnis Wedding Organizer (WO) atau jasa pernikahan memang saat ini sudah diminati banyak orang. Hal ini dilakukan agar mempermudah kegiatan pernikahan. Sayangnya, dengan adanya kasus WO Pandamanda, menjadi pengalaman agar lebih teliti memilih jasa penyelenggara acara pernikahan.

Tak tanggung-tanggung, jumlah korban WO yang dimiliki Anwar Said itu mencapai 50 calon pengantin. Uang hasil tipu-tipu Anwar pun mencapai Rp2,5 miliar.

Ketua Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana) Gandi Priapratama mengatakan WO yang resmi adalah perusahaan yang sudah terdaftar dan bertanggung jawab.



"Carilah informasi, bisa melalui media sosial. Kemudian, cari wedding organizer yang banyak direferensikan oleh orang-orang terdekat," ujar Gandi kepada SINDONews di Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Oleh karena itu, agar resepsi pernikahan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari tidak berantakan karena ulah WO bodong, berikut tipsnya :

1. Jangan tergiur harga murah

Tarif umum merupakan biaya yang rata-rata diterapkan oleh jasa WO kepada klien mereka. Sedangkan biaya khusus merupakan tarif yang bersifat promo atau pada umumnya untuk sekadar promosi. Ketika sebuah WO menawarkan harga murah dengan makanan berkelas, dekorasi yang mewah dan memerlukan banyak dana.

"Maka kamu harus waspada! Cek dulu harga umum di pasaran. Karena biasanya harga promo juga tidak akan melesat jauh dari harga sebenarnya," katanya.

2. Carilah konologi usahanya

Setiap pengelola WO, tentu mempunyai website atau paling tidak media sosial yang digunakan sebagai media promosi. Nah, dari sanalah kita bisa mengecek apakah dia benar seorang pemilik jasa WO atau bukan.

"Karena pada umumnya, seorang WO akan meminta para kliennya untuk memberikan nilai sebagai rating usaha yang dijalankan. Penting juga nih, mereka yang komentar di akun media sosialnya juga mesti dicek," katanya.

4. Cari lokasi perusahaan

Seluruh jasa WO juga memiliki alamat tempat tinggal yang bisa dihubungi serta gambar yang mereka agung-agungkan pada klien sehingga bisa menarik minat mereka. Adapun kita harus mengecek alamat tersebut di Google Map apakah tersedia atau hanya alamat palsu.

"Sebab, badan usaha pun juga banyak yang memalsukan alamat, apalagi jasa WO. Tidak berhenti di situ, saat sang pemilik WO memperlihatkan gambar hasil karya mereka, maka di situlah kamu harus mulai jadi stalker handal," jelasnya.

4. Manfaatkan kolom komentar

Dalam usaha seseorang biasanya dimoderasi dengan 'publik' bukan 'private', maka kamu bisa ketik nama WO tersebut di kolom pencarian Facebook dan pilihlah bagian 'post' atau yang menunjukkan postingan publik. Nanti akan keluar hasil postingan yang terkait.

"Postingan terkait berisi curhatan netizen, opini warganet, dan bahkan warning serupa mengenai WO yang sedang kita selidiki. Bacalah komentar-komentarnya secara teliti dan jangan terburu-buru ambil keputusan," jelasnya.

5. Lihat perjanjian kontrak

Memilih WO pastikan bakal ada kesepakatan perjanjian, anda harus dihadapkan dengan kontrak yang dibuat vendor maupun WO. Kontrak ini untuk mengikat kedua belah pihak, untuk calon pengantin bisa menanyakan vendor atau WO jika permintaan yang tertera dalam kontrak tidak dikeluarkan.

"Kalau bisa perlahan perjanjian kedua pihak, sebab dalam kontrak anda dapat mempertegas WO atau vendor dapat dipercaya atau tidak," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top