BPSDM Kemenhub Gelar Pemberdayaan Masyarakat di Kep Meranti Wilayah 3T

Senin, 17 Februari 2020 - 18:54 WIB
BPSDM Kemenhub Gelar...
BPSDM Kemenhub Gelar Pemberdayaan Masyarakat di Kep Meranti Wilayah 3T
A A A
MERANTI - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Sugihardjo membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat angkatan ke-V yang dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Senin (17/2/2020).

Sugihardjo mengatakan, Diklat ini merupakan program dari Kemenhub di sektor perhubungan laut dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia masyarakat di kawasan terluar, terdepan dan terluar (3T).

“Di jajaran perhubungan laut kompetensi SDM meliputi beberapa pelatihan yang sifatnya bersertifikat, Basic Safety Training (BST) Surat Keterangan Kecakapan (SKK). Dengan dilakukannya Diklat ini, diharapkan pengetahuan berkaitan dengan teknik operasional dan keselamatan bisa meningkat,” ujarnya di lapangan Selat Panjang, Kabupaten Kep Meranti, Provinsi Riau, Senin (17/2/2020).

Pemerintah berharap, pengetahuan yang berkaitan dengan teknik operasional dan keselamatan bisa meningkat melalui penerapannya nanti. “Walaupun sebagian ada yang biasa melaut karena turun temurun, ada hal-hal teknis yang berkaitan dengan keselamatan yang belum mereka ketahui,” ucapnya.

“Di dalam pelaksanaanya, Meranti menjadi salah satu daerah prioritas karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka, Malaysia dan Singapura,” ucapnya.

Selain berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura, Meranti juga mampu memproduksi sagu dan dikirim ke negara tetangga Malaysia.

“Pelaut yang mengangkut sagu ini diharuskan memiliki sertifikasi MPR (Mualim Pelayaran Rakyat). Sertifikasi ini di ASEAN sedang diharmonisasi. Di KSOP nanti akan coba kita bahas. Kalau ada anggarannya bisa kita berikan layanan gratis,” tuturnya.

Sebagai informasi, diklat ini diikuti oleh 480 peserta dari berbagai usia meliputi nelayan maupun pengangkut barang logistik menggunakan kapal.

Sementara itu, Wakil Bupati Meranti Said Hasyim mengatakan, kondisi di lapangan jauh lebih banyak membutuhkan pelatihan ini. Sebab, output pemberdayaan ini akan banyak berhadapan langsung pada saat pengiriman barang ke negara-negara seperti Malaysia dan Singapura.

“Sementara di dua negara ini punya standar tersendiri, atau setidaknya mengacu pada organisasi maritim dunia sehingga diharapkan melalui pelatihan ini akan ada sertifikasi yang menjadi acuan masyarakat,” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ujikom, Langkah untuk...
Ujikom, Langkah untuk Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Lima Hal Penting Management...
Lima Hal Penting Management Skills yang Harus Dimiliki
Forum Alumni Dinilai...
Forum Alumni Dinilai Bisa Jadi Wadah untuk Siapkan SDM Profesional
Kementerian PUPR Siapkan...
Kementerian PUPR Siapkan SDM Konstruksi Siap Kerja di Lapangan
Digitalisasi Bikin Pelatihan...
Digitalisasi Bikin Pelatihan SDM Pertanian Sentuh Semua Level
Upaya Mencetak 17.358...
Upaya Mencetak 17.358 Tenaga Kerja Lokal Terampil
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
38 menit yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
1 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
2 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
2 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved