Kementerian PUPR Siapkan SDM Konstruksi Siap Kerja di Lapangan
Kamis, 03 September 2020 - 17:04 WIB
loading...
Kementerian PUPR terus melakukan berbagai program untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor konstruksi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu program utama pemerintah, termasuk di sektor konstruksi. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melakukan berbagai program untuk melaksanakannya.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi (Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR) Trisasongko Widianto mengatakan,
salah satunya adalah melalui pelatihan dan sertifikasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri konstruksi.
Sebelumnya, saat membuka Bimbingan Teknis Beton Pracetak dan Prategang, Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, dan Pelatihan Ahli Teknik Desain Jalan di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, Dirjen Bina Konstruksi yang diwakili oleh Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Nanang Handoyo mengatakan, melihat perlunya pelatihan dan sertifikasi yang didukung oleh industri konstruksi dengan menggunakan metode yaitu memadupadankan dan menghubungkan kebutuhan SDM dengan pelatihan, sehingga menghasilkan tenaga kerja konstruksi sesuai kebutuhan industri konstruksi.
(Baca Juga: Gercep, Belanja Padat Karya Kementerian PUPR Sudah Terserap 60%)
Para tenaga kerja konstruksi selain handal di lapangan, mereka juga wajib mengetahui aturan dan standar terkait sistem manajemen keselamatan konstruksi dan memahami penggunaan teknologi beton pracetak dan prategang, dan tenaga ahli teknis desain jalan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Direktur Jenderal Bina Konstruksi (Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR) Trisasongko Widianto mengatakan,
salah satunya adalah melalui pelatihan dan sertifikasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri konstruksi.
Sebelumnya, saat membuka Bimbingan Teknis Beton Pracetak dan Prategang, Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, dan Pelatihan Ahli Teknik Desain Jalan di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, Dirjen Bina Konstruksi yang diwakili oleh Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Nanang Handoyo mengatakan, melihat perlunya pelatihan dan sertifikasi yang didukung oleh industri konstruksi dengan menggunakan metode yaitu memadupadankan dan menghubungkan kebutuhan SDM dengan pelatihan, sehingga menghasilkan tenaga kerja konstruksi sesuai kebutuhan industri konstruksi.
(Baca Juga: Gercep, Belanja Padat Karya Kementerian PUPR Sudah Terserap 60%)
Para tenaga kerja konstruksi selain handal di lapangan, mereka juga wajib mengetahui aturan dan standar terkait sistem manajemen keselamatan konstruksi dan memahami penggunaan teknologi beton pracetak dan prategang, dan tenaga ahli teknis desain jalan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Lihat Juga :