Tenaga Kerja Sektor Pertanian Diserap Sektor Industri Lain

Rabu, 19 Februari 2020 - 00:14 WIB
Tenaga Kerja Sektor...
Tenaga Kerja Sektor Pertanian Diserap Sektor Industri Lain
A A A
JAKARTA - Porsi sektor pertanian terhadap pembentukan PDB semakin menurun dan digantikan dengan sektor sekunder dan tersier lainnya. Pada tahun 2000, sektor pertanian menyumbang PDB sebesar 15,6%. Sementara pada tahun 2019, kontribusi sektor pertanian turun menjadi 12,72%. Penurunan kontribusi PDB ini digantikan dengan peningkatan share sektor lain terutama sektor jasa bukan industri.

Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Hermanto Siregar mengatakan, tenaga kerja sektor pertanian yang menurun diserap oleh sektor industri yang terus berkembang, terutama industri pengolah hasil pertanian. "Sumber daya manusia (SDM) di pertanian sudah mengalami penuaan. Kemudian kendala berikutnya sekitar 70% dari petani kita hanya tamat SD atau lebih rendah," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/2).

Sambung dia melanjutkan, produktivitas petani juga relatif rendah sehingga tidak memiliki keterampilan lainnya yang memadai seperti pengolahan hasil pertanian. "Perlu program penyiapan petani muda terdidik yang berasal dari keluarga petani. Ini membutuhkan kerja sama dengan perguruan tinggi," ungkapnya.

Di sisi lain, jumlah penyuluh pertanian Indonesia cenderung menurun dari 28.494 orang pada tahun 2013 menjadi 25.738 orang tahun 2018. "Sementara tugas penyuluhan yang dialihkan ke pemerintah daerah terkesan kurang efektif dilaksanakan," tutur Hermanto.

Hermanto menambahkan, kebijakan pemerintah untuk petani hendaklah berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani. Industri pengolahan hasil-hasil pertanian di pedesaan perlu ditumbuh-kembangkan. "Kelayakan kebijakan subsidi harga output (yang diterima petani) perlu dipertimbangkan," jelasnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Mirah Midadan mengatakan, generasi milenial yang bekerja di lapangan desa semakin menurun dalam tiga tahun terakhir. Upah buruh riil petani yang lebih rendah dari upah buruh bangunan menjadi salah satu dasar milenial malas berkecimpung di sektor pertanian.

"Kebanyakan generasi milenial berkecimpung di jasa keuangan, kesehatan, asuransi, dan lainnya. Banyak juga milenial di sektor industri tapi tidak sebanyak di sektor jasa," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
50 menit yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
59 menit yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pebulu Tangkis Indonesia...
6 Pebulu Tangkis Indonesia Hengkang Bela Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved