Menko Airlangga: B40 Segera Diluncurkan Juli 2021
Senin, 24 Februari 2020 - 16:19 WIB
Menko Airlangga: B40 Segera Diluncurkan Juli 2021
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menegaskan, program biodiesel akan terus ditingkatkan guna mengurangi impor bahan bakar. Airlangga mengatakan, setelah B30, penerapan B40 bakal diluncurkan pada Juli 2021.
Pemerintah, kata dia, tengah merampungkan roadmap yang dirancang khusus untuk mengakselerasi terselenggaranya program tersebut.
"Kami harapkan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) akan segera melakukan uji coba, agar Juli 2021 bisa segera diimplementasikan," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (24/2/2020).
Dia melanjutkan, pada 2045, Indonesia diproyeksikan masuk dalam kelompok lima besar negara dengan pendapatan tertinggi di dunia. Hal ini akan dicapai melalui transformasi ekonomi yang didukung oleh hilirisasi industri dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi birokrasi. Pembangunan di periode ini (2020-2024) menjadi krusial karena berperan sebagai titik tolak menuju visi 2045 tersebut.
"Kami berharap Badan Pengembangan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) dapat banyak berkontribusi dalam pelaksanaan transformasi sisi produksi ini. Sisi produksi termasuk dalam fokus pengembangan industri nasional," tuturnya.
Menko Airlangga melanjutkan, pengembangan industri secara garis besar difokuskan kepada lima kelompok, yaitu industri berorientasi ekspor, hilirisasi industri, industri substitusi impor, industri berbasis kimia, dan industri lainnya.
"Pengembangan industri berorientasi ekspor difokuskan kepada lima sektor prioritas Revolusi Industri 4.0, yaitu sektor makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, elektronik, automotif, dan kimia. Kelompok ini perlu dikembangkan karena memiliki nilai ekspor tinggi, serta menunjukkan keunggulan kompetitif yang lebih besar," ujarnya.
Pemerintah, kata dia, tengah merampungkan roadmap yang dirancang khusus untuk mengakselerasi terselenggaranya program tersebut.
"Kami harapkan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) akan segera melakukan uji coba, agar Juli 2021 bisa segera diimplementasikan," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (24/2/2020).
Dia melanjutkan, pada 2045, Indonesia diproyeksikan masuk dalam kelompok lima besar negara dengan pendapatan tertinggi di dunia. Hal ini akan dicapai melalui transformasi ekonomi yang didukung oleh hilirisasi industri dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi birokrasi. Pembangunan di periode ini (2020-2024) menjadi krusial karena berperan sebagai titik tolak menuju visi 2045 tersebut.
"Kami berharap Badan Pengembangan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) dapat banyak berkontribusi dalam pelaksanaan transformasi sisi produksi ini. Sisi produksi termasuk dalam fokus pengembangan industri nasional," tuturnya.
Menko Airlangga melanjutkan, pengembangan industri secara garis besar difokuskan kepada lima kelompok, yaitu industri berorientasi ekspor, hilirisasi industri, industri substitusi impor, industri berbasis kimia, dan industri lainnya.
"Pengembangan industri berorientasi ekspor difokuskan kepada lima sektor prioritas Revolusi Industri 4.0, yaitu sektor makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, elektronik, automotif, dan kimia. Kelompok ini perlu dikembangkan karena memiliki nilai ekspor tinggi, serta menunjukkan keunggulan kompetitif yang lebih besar," ujarnya.
(fjo)
Lihat Juga :