Penyebaran Virus Corona Tekan Banyak Mata Uang, Rupiah Tumbang ke Rp13.940

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:11 WIB
Penyebaran Virus Corona...
Penyebaran Virus Corona Tekan Banyak Mata Uang, Rupiah Tumbang ke Rp13.940
A A A
JAKARTA - Wabah virus corona mulai menyebar cepat ke luar China, mulai dari Korea Selatan, Timur Tengah, hingga Eropa. Para investor pun melihat ekonomi Amerika Serikat tidak akan kebal menghadapi virus ini, dan mendorong bank sentral AS, The Fed untuk memangkas suku bunga dalam mendukung ekonomi.

Meningkatnya kekhawatiran terhadap virus corona telah menekan banyak mata uang di dunia, terlebih emerging market. Kurs rupiah di pasar spot Bloomberg pada Rabu (26/2/2020), pulang tumbang 54 poin atau 0,39% ke posisi Rp13.940 per USD.

Sesi pembukaan, rupiah dibuka stagnan di level Rp13.886 per USD, sama dengan penutupan Selasa kemarin. Sepanjang Rabu ini, mata uang Garuda diperdagangkan di Rp13.885-Rp13.945 per USD.

Yahoo Finance mencatat rupiah pada Rabu petang ini, tenggelam 75 poin atau 0,54% ke Rp13.935 per USD, berbanding Rp13.860 per USD pada Selasa lalu. Hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.860-Rp13.940 per USD.

Wabah virus corona menjadi ancaman bagi pasar keuangan. Melansir dari Reuters, ekonomi Amerika Serikat yang selama ini dianggap investor lebih tangguh daripada ekonomi utama lainnya, mulai khawatir dengan corona.

Pejabat tinggi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Dr. Nancy Messonnier, memperingatkan pemerintah dan warga AS untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi wabah corona. Pejabat kesehatan AS tersebut bahkan mengatakan virus corona bisa berdampak pada aset keuangan negara Paman Sam.

"Ketika wabah mulai menyebar dengan cepat ke Timur Tengah dan Eropa, para investor tidak lagi melihat ekonomi AS kebal dan mulai mendesak Federal Reserve untuk memangkas suku bunga," tulis Reuters.

Wakil Ketua The Fed, Richard Clarida, mengatakan bahwa The Fed sedang "memantau dengan seksama" wabah virus corona yang meningkat tetapi masih terlalu dini untuk mengukur apakah perlu melakukan perubahan kebijakan moneter.

Mengutip dari CNBC, kekhawatiran virus corona membuat indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 99,080, lebih rendah dari posisi 99,3 pada sesi kemarin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada! Kasus Corona...
Waspada! Kasus Corona AS Melesat, Rupiah Bisa Tergencet
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis Saat Dolar Lemas Dihantam Corona
Rupiah Diprediksi Sumringah...
Rupiah Diprediksi Sumringah Seiring Kabar Baik Vaksin Corona
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Berita Terkini
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
1 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
11 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
11 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
12 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
12 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
13 jam yang lalu
Infografis
Prodi Paling Banyak...
Prodi Paling Banyak Dibutuhkan Selama 5 Tahun ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved