Luhut Minta Pembangunan Smelter di KEK Sorong Dipercepat
Jum'at, 28 Februari 2020 - 10:09 WIB
Luhut Minta Pembangunan Smelter di KEK Sorong Dipercepat
A
A
A
JAKARTA - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti pembangunan smelter yang tak kunjung terealisasi oleh perusahaan nikel yang menempati KEK Sorong.
"Tiga tahun lalu saya dorong Antam untuk buat smelter di sini. Tapi saya tidak mengerti kenapa tidak jadi. Smelter ini akan terus saya dorong. Saya akan paksa ini jadi. Karena mereka janji," kata Luhut di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Luhut juga meminta agar perusahaan nikel yang menempati kawasan KEK Sorong turut membuat produk turunannya seperti stainless steel atau carbon steel hingga lithium battery.
"Kalau dua perusahaan saja masuk, dengan kita punya cadangan di sini, bisa kerja 30 ribu orang lebih. Nanti akan ada sekolah politeknik di sini seperti di Morowali. Mendidik anak-anak Papua untuk menggantikan pekerja-pekerja asing di sini," tambahnya.
Luhut meyakini, pembangunan yang tengah digenjot di Papua ini akan membuka lapangan kerja serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat Papua.
"Lima tahun ke depan saya harap ini jadi. Untuk itu harus kita mulai cepat. Saya akan telpon Dirut Antam. Saya panggil segera," imbuh Luhut.
Agar proyek pembangunan bisa berlangsung cepat, Menko Luhut mengimbau agar seluruh pejabat lokal serta para pemangku kepentingan bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan di Papua.
"Saya hanya minta satu. Kedamaian, kedamaian harus ada. Jangan kita itu bekerja dalam ketakutan. Hidup kita itu musti berarti untuk membuat kedamaian bukan keributan, berbuat baik itu yang terbaik. Kita semua ayo bekerja dengan hati untuk kebaikan. Saya minta pelabuhan dirapikan supaya kita jalannya bagus. Sampah harus dikelola, mangrove jangan dipotongin karena memberi kontribusi kepada alam. Saya titip kepada Bupati Sorong," pungkasnya.
"Tiga tahun lalu saya dorong Antam untuk buat smelter di sini. Tapi saya tidak mengerti kenapa tidak jadi. Smelter ini akan terus saya dorong. Saya akan paksa ini jadi. Karena mereka janji," kata Luhut di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Luhut juga meminta agar perusahaan nikel yang menempati kawasan KEK Sorong turut membuat produk turunannya seperti stainless steel atau carbon steel hingga lithium battery.
"Kalau dua perusahaan saja masuk, dengan kita punya cadangan di sini, bisa kerja 30 ribu orang lebih. Nanti akan ada sekolah politeknik di sini seperti di Morowali. Mendidik anak-anak Papua untuk menggantikan pekerja-pekerja asing di sini," tambahnya.
Luhut meyakini, pembangunan yang tengah digenjot di Papua ini akan membuka lapangan kerja serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat Papua.
"Lima tahun ke depan saya harap ini jadi. Untuk itu harus kita mulai cepat. Saya akan telpon Dirut Antam. Saya panggil segera," imbuh Luhut.
Agar proyek pembangunan bisa berlangsung cepat, Menko Luhut mengimbau agar seluruh pejabat lokal serta para pemangku kepentingan bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan di Papua.
"Saya hanya minta satu. Kedamaian, kedamaian harus ada. Jangan kita itu bekerja dalam ketakutan. Hidup kita itu musti berarti untuk membuat kedamaian bukan keributan, berbuat baik itu yang terbaik. Kita semua ayo bekerja dengan hati untuk kebaikan. Saya minta pelabuhan dirapikan supaya kita jalannya bagus. Sampah harus dikelola, mangrove jangan dipotongin karena memberi kontribusi kepada alam. Saya titip kepada Bupati Sorong," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :