Garuda Usulkan Diskon Tiket Pesawat dengan Skema Voucher
Jum'at, 28 Februari 2020 - 15:43 WIB
Garuda Usulkan Diskon Tiket Pesawat dengan Skema Voucher
A
A
A
JAKARTA - Penyebaran virus corona telah menekan industri penerbangan dan industri pariwisata. Karena itu, pemerintah akan memberikan insentif berupa diskon tiket pesawat untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke lokasi wisata yang terkena dampak virus korona. Insentif tersebut berupa diskon tiket pesawat hingga 50%.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., menyambut baik keputusan pemerintah dalam memberi diskon tiket pesawat hingga 50%. Nah, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengusulkan insentif diskon yang akan diberikan dalam bentuk voucher. Namun skema ini masih dibahas bersama dengan Kementerian Perhubungan.
"Tadi pagi kami usulkan cara baru, kan selalu begitu. Debat-debat, kami usul dari samping. Kami usulkan insentif diskon untuk penumpang pakai voucher deh, nanti vouchernya ditagih," ujar Irfan di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Menurutnya usulan vocher tersebut cukup rasional. Sebab orang yang pergi pakai Garuda Indonesia merasa harganya turun dengan adanya voucher. Di sisi lain, perusahaan tetap mempertahankan harga jual tiket normal.
"Jadi bayar ke kami enggak turun harganya. Orang merasa harganya turun, tapi Garuda tidak menurunkan. Penurunannya ditagih ke pemerintah," katanya.
Hanya saja, Irfan masih menunggu persetujuan final dari Kementerian Perhubungan. Dengan nada bercanda, dia meminta para pengguna membeli tiket pesawat saat diskon atau saat voucher sudah diberlakukan.
"Banyaknya penutupan rute ramai khususnya ke negara terdampak (virus corona), membuat perusahaan harus berputar cari cara agar kursi pesawat tetap terisi," katanya.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., menyambut baik keputusan pemerintah dalam memberi diskon tiket pesawat hingga 50%. Nah, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengusulkan insentif diskon yang akan diberikan dalam bentuk voucher. Namun skema ini masih dibahas bersama dengan Kementerian Perhubungan.
"Tadi pagi kami usulkan cara baru, kan selalu begitu. Debat-debat, kami usul dari samping. Kami usulkan insentif diskon untuk penumpang pakai voucher deh, nanti vouchernya ditagih," ujar Irfan di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Menurutnya usulan vocher tersebut cukup rasional. Sebab orang yang pergi pakai Garuda Indonesia merasa harganya turun dengan adanya voucher. Di sisi lain, perusahaan tetap mempertahankan harga jual tiket normal.
"Jadi bayar ke kami enggak turun harganya. Orang merasa harganya turun, tapi Garuda tidak menurunkan. Penurunannya ditagih ke pemerintah," katanya.
Hanya saja, Irfan masih menunggu persetujuan final dari Kementerian Perhubungan. Dengan nada bercanda, dia meminta para pengguna membeli tiket pesawat saat diskon atau saat voucher sudah diberlakukan.
"Banyaknya penutupan rute ramai khususnya ke negara terdampak (virus corona), membuat perusahaan harus berputar cari cara agar kursi pesawat tetap terisi," katanya.
(ven)
Lihat Juga :