Virus Corona Bikin IHSG Anjlok, Obligasi Bisa Jadi Pilihan Investasi
Senin, 02 Maret 2020 - 14:36 WIB
Virus Corona Bikin IHSG Anjlok, Obligasi Bisa Jadi Pilihan Investasi
A
A
A
JAKARTA - Dalam kondisi volatilitas tinggi seperti saat ini dimana wabah virus corona membayangi, obligasi dinilai akan memberikan imbal hasil yang menarik. Terlebih investasi pada obligasi yang masih atraktif menyusul ekspektasi pemotongan suku bunga. Namun ketidakpastiannya tinggi dan inflasi yang stabil sehingga membuat obligasi tetap menarik untuk dikoleksi.
“Kemudian, jangan panik, tetap tenang, dan berinvestasi saja. Pasar saham memang sudah terkoreksi dalam, namun dapat dijadikan peluang untuk membeli saham dengan dolar,” demikian riset Eastspring, di Jakarta, Senin (2/3/2020)
Eastspring meyakni pasar modal akan pulih dan kembali menguat. Sebagian besar pelaku pasar berinvestasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, menyeleksi saham-saham dengan prospek fundamental yang baik, serta pengelolaan risiko yang kuat. “Hal ini yang dilakukan oleh investor kami,” jelasnya.
Virus corona sejauh ini mengakibatkan pasar bereaksi secara berlebihan sehingga valuasi IHSG terkoreksi lebih rendah dalam 10 tahun terakhir. Saat ini pertumbuhan Bursa Efek Indonesia berada pada level 12,4 kali dibandingkan rata-ratanya sekitar 15 kali. Artinya, PE tersebut sangat murah jika dibandingkan historikalnya.
Para pelaku pasar berekspektasi pemulihan bursa dapat berlangsung dalam jangka menengah atau bahkan jangka panjang. Jika dibandingkan dengan wabah SARS pada 2003, bursa merespon negatif sejak Januari-Maret 2003. Kendati demikian, dalam satu tahun kemudian bursa melonjak.
Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan siang ini ambruk usai kehilangan -55,39 poin atau -1,02% ke level 5.397,31 setelah pada awal sesi sempat menanjak naik 10,020 poin yang setara 0,184% menjadi 5.462,72. Usai pada akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air bertengger di 5.452,70.
“Kemudian, jangan panik, tetap tenang, dan berinvestasi saja. Pasar saham memang sudah terkoreksi dalam, namun dapat dijadikan peluang untuk membeli saham dengan dolar,” demikian riset Eastspring, di Jakarta, Senin (2/3/2020)
Eastspring meyakni pasar modal akan pulih dan kembali menguat. Sebagian besar pelaku pasar berinvestasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, menyeleksi saham-saham dengan prospek fundamental yang baik, serta pengelolaan risiko yang kuat. “Hal ini yang dilakukan oleh investor kami,” jelasnya.
Virus corona sejauh ini mengakibatkan pasar bereaksi secara berlebihan sehingga valuasi IHSG terkoreksi lebih rendah dalam 10 tahun terakhir. Saat ini pertumbuhan Bursa Efek Indonesia berada pada level 12,4 kali dibandingkan rata-ratanya sekitar 15 kali. Artinya, PE tersebut sangat murah jika dibandingkan historikalnya.
Para pelaku pasar berekspektasi pemulihan bursa dapat berlangsung dalam jangka menengah atau bahkan jangka panjang. Jika dibandingkan dengan wabah SARS pada 2003, bursa merespon negatif sejak Januari-Maret 2003. Kendati demikian, dalam satu tahun kemudian bursa melonjak.
Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan siang ini ambruk usai kehilangan -55,39 poin atau -1,02% ke level 5.397,31 setelah pada awal sesi sempat menanjak naik 10,020 poin yang setara 0,184% menjadi 5.462,72. Usai pada akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air bertengger di 5.452,70.
(akr)
Lihat Juga :