Buka Jakarta Energy Forum 2020, Arifin Tasrif Ingatkan Soal Kemandirian Energi

Senin, 02 Maret 2020 - 14:54 WIB
Buka Jakarta Energy...
Buka Jakarta Energy Forum 2020, Arifin Tasrif Ingatkan Soal Kemandirian Energi
A A A
JAKARTA - Jakarta Energy Forum 2020 resmi dibuka, dengan tujuan meningkatkan semangat pengusaha muda dalam berkolaborasi dengan pemerintah, korporasi, institusi keuangan, sektor pendidikan dan komunitas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dalam sambutannya, menekankan pemerintah sedang membuat kebijakan-kebijakan baru mendorong bagaimana energi terbarukan bisa tumbuh berkembang dengan dorongan kebijakan yang disusun.

"Impor energi kita, khususnya migas yang meliputi LPG dan BBM jumlahnya sangat besar karena tingkat konsumsinya sangat tinggi. Di 2018, total impornya mencapai USD22 miliar," ungkap Arifin di Jakarta, Senin (2/3/2020).

Lebih lanjut terang dia di tahun 2019 dengan kebijakan yang tepat, berani, dan agresif, yaitu dengan mengkonversikan BBM ke bioenergy Indonesia berhasil menurunkan angka impornya menjadi USD19 miliar. "Angka USD3 miliar itu signifikan perubahannya," imbuh Arifin.

Ia juga menjelaskan, contoh programnya adalah konversi energi dari sawit, menjadi gasoline, diesel, dan avtur. "Upaya-upaya ini sedang kita dukung, development dari katalis sedang kita dorong. Ini sudah dicoba di unit-unit Pertamina tinggal bagaimana kita adjust prosesnya," jelas Arifin.

Menurutnya hal ini harus terus didukung demi menciptakan Indonesia yang mandiri dalam energi. "Kita harapkan bahwa apabila program ketahanan energi ini berjalan, kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) kita di desa-desa bisa direspon oleh masyarakat, yang ada di desa-desa yang memiliki pohon-pohon dan kebun-kebun bio, kita bisa bikin SPBU-SPBU kecil, ini suatu dream innovation ke depan, sehingga kita bisa memotong volume impor dan biaya-biaya logistik," terang Arifin.

Dirinya juga menyakini apabila semua pihak serius dalam memikirkan bersama terkait pengembangan energi di masa depan, Indonesia bisa menjadi negara mandiri energi, dan bisa menciptakan energi yang bersih serta positif. "Yang perlu kita lihat juga, kadar emisi Jakarta ini sudah 40%, tertinggi di ASEAN, yang berarti tidak sehat khususnya bagi yang handicapped. Oleh karena itu, kita harus bisa menciptakan energi baru terbarukan untuk memperbaiki lingkungan hidup kita," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Insentif untuk Pelaku...
Insentif untuk Pelaku Usaha EBTKE Sedang Disiapkan Pemerintah
Bareskrim Polri Geledah...
Bareskrim Polri Geledah Kantor Ditjen EBTKE Kementerian ESDM
Dirjen EBTKE: Transisi...
Dirjen EBTKE: Transisi Energi Pilihan Mutlak
Kementerian ESDM Genjot...
Kementerian ESDM Genjot Capaian Energi Baru Terbarukan
Realisasi Investasi...
Realisasi Investasi EBTKE Masih Jauh dari Target
Dirjen EBTKE Paparkan...
Dirjen EBTKE Paparkan Potensi PLTS Terapung di Jawa
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
15 menit yang lalu
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
25 menit yang lalu
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
2 jam yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
5 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved