Mau Jadi Pebisnis Sewa Apartemen yang Cuan? Ikuti Tips Ini!

loading...
Mau Jadi Pebisnis Sewa Apartemen yang Cuan? Ikuti Tips Ini!
Mau Jadi Pebisnis Sewa Apartemen yang Cuan? Ikuti Tips Ini!
A+ A-
TANGERANG - Tinggal di sebuah apartemen sudah menjadi pilihan utama masyarakat, bukan hanya bagi kaum urban. Alasan lokasi yang strategis serta didukung kelengkapan fasilitas, serbapraktis, kenyamanan dan keamanan, membuat tinggal di hunian vertikal merupakan pilihan tepat.

Peluang bisnis persewaan yang menjanjikan membuat banyak investor membeli unit apartemen untuk meraup keuntungan dengan cara disewakan. Rata-rata targetnya adalah para mahasiswa, profesional muda ataupun ekspatriat.

Sudah jadi rahasia umum, bahwa menjalankan bisnis sewa apartemen sangat mudah. Selain tidak perlu banyak berpromosi, juga tidak menguras waktu untuk memasarkannya.

Namun ada kalanya apartemen tidak laku disewakan. Nah bagi mereka yang ingin menggeluti bisnis ini, ada tips yang bisa diikuti agar investasi apartemen Anda mendatangkan cuan (untung).



Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah lokasi. Pemilihan lokasi strategis merupakan sektor nomor prioritas yang wajib dicatat! Semakin strategis lokasi, maka semakin menjulang nilai jual ataupun sewa unit apartemen ini.

Strategi kedua ialah memberikan sentuhan dekorasi furnishing di bagian dalam interior apartemen. Jangan lupa memberikan sentuhan inovasi atas renovasi unit standar developer agar menjadikan unit nyaman.

Ada banyak dekorasi, tapi itu bukan berarti berharga mahal hingga menguras modal. Anda disarankan melakukan dekorasi furnishing yang menyesuaikan kebutuhan si penyewa.



Tips terakhir, periksa kredibilitas developer property. Calon investor harus mencari rekam jejaknya untuk menggali informasi reputasi pengembang. Apakah bisa diperpercaya dan dapat diandalkan. Carilah proyek yang telah dibangun, segera beroperasi, dan memiliki akses plus fasilitas setara bintang lima.

Potensi Keuntungan dan Pembiayaan MNC Bank
Salah satu pengembang yang kredibel adalah PT Prioritas Land Indonesia yang sudah dikenal memiliki beberapa proyek yang dibangun di Jakarta dan Bali. Salah salah satunya adalah Apartemen Majestic Point Serpong (MPS), Tangerang, Banten.
Tingkat capital gain yang tinggi dari apartemen MPS didasarkan pada kepercayaan dan kepuasan konsumen terhadap suatu properti. Hal itu didukung pembuktian penjualan pasar kedua (second market) yang tinggi. Selain itu, lokasi strategis dan didukung dengan fasilitas utama yang terintegrasi.

Apartemen yang terdiri atas dua menara itu memiliki ketinggian 32 lantai yang terdiri dari 900 unit apartemen dan dilengkapi 50 unit sarana pendukung berupa kios, SOHO (small office home office), dan ruko (rumah toko). “MPS juga terdiri dari dua tower, yakni Tower Lucia dan Tower Khan. dan terletak di kawasan segitiga emas Serpong, yakni Summarecon, Karawaci, dan BSD City,” ungkap Marcellus Chandra, Direktur PT Prioritas Land Indonesia kepada wartawan di kantor pemasaran MPS di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/3/2020).

Selain apartemen, sambung dia, proyek Majestic Point Serpong juga menawarkan kawasan komersial yaitu kios dan ruko. Posisinya tepat berada di bagian depan apartemen yang langsung menghadap ke Jalan Raya Kelapa Dua.

MPS juga mudah diakses, yakni hanya 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, serta 15 menit menuju pintu tol JORR Jakarta-Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas /sekolah ternama, seperti Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, Jakarta Nanyang School, Universitas Bina Nusantara, Prasetya Mulya, Stella Maris International School, dan Sekolah Tarakanita.

Prioritas Land Indonesia di salah satu proyeknya, Apartemen Majestic Point Serpong, menjalin kerja sama dengan Universitas Esa Unggul untuk program internasional pada 2018. Kerja sama ini merupakan langkah strategis pengembang dan Esa Unggul untuk meraih keuntungan di kedua belah pihak.

Kampus Esa Unggul Program Internasional berada di area podium dengan luas 1.000 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. “Universitas Esa Unggul sengaja menjadikan Gading Serpong sebagai pusat untuk program internasional, karena wilayah ini sangat mendukung baik dari segi infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi yang baik,” kata Direktur Kampus Internasional Gading Serpong, Univesitas Esa Unggul, Fransiskus Adikara.

Dia menilai, area Gading Serpong dengan segmen market menengah atas menjadikan daerah ini sebagai lokasi paling tepat. Universitas Esa Unggul sendiri saat ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas di berbagai negara, seperti Korea, China, Taiwan, dan Malaysia.

Ditanya berapa jumlah mahasiswa saat ini, Fransiskus mengatakan, Kampus Esa Unggul sudah buka di MPS dengan total 100 mahasiswa. “Kapasitas kampus kami bisa mencapai 600 mahasiswa. Dengan adanya tempat hunian, yakni apartemen di atas jampus kami akan memudahkan mahasiswa tinggal dan belajar di lokasi yang sama,” tukasnya.

Marcellus menjelaskan, saat ini harga jual per unit mulai dari Rp590 juta untuk tipe studio dengan luas 29 meter persegi. Pihaknya menyediakan banyak paket kepemilikan mudah awal tahun ini. Mulai dari DP 0% hingga angsuran Rp1 jutaan tiap bulan.

Pembangunan MPS sendiri didukung oleh berbagai perbankan nasional dalam hal pemberian fasilitas kredit kepemilikan tiap unitnya. Beberapa perbankan nasional yang telah bekerja sama adalah Bank BTN, Muamalat, Victoria, dan MNC.

Dia menambahkan, pembangunan kedua tower MPS ini didanai langsung oleh PT Bank MNC International sebagai penjamin pembangunan tower apartemen yang dipastikan rampung di 2020. “Kami mendukung PT Prioritas Land dalam menyelesaikan pembangunan Majestic Point Serpong. Secara pendanaan kami pastikan sudah mencukupi untuk penyelesaian pembangunan,” kata Zainudin Samaludin, Direktur Bank MNC International.

Dikatakan Zainudin, MNC Bank bersedia melakukan pembiayaan karena potensi besar yang dimiliki oleh MPS. “Dari sisi desain unik, tidak seperti apartemen lainnya (yang kotak-kotak). Lokasinya juga strategis, ditambah dengan konsep adanya kampus di area apartemen. Jadi otomatis ada pasarnya langsung,” jelasnya. “Nilai pembiayaannya mencapai Rp110 miliar dan sampai sekarang sudah terpakai sekitar Rp70 miliar,” pungkasnya.
(fjo)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top