Menkeu: Dinamika Harga Minyak Dunia Harus Jadi Perhatian Serius
Senin, 09 Maret 2020 - 13:47 WIB
Menkeu: Dinamika Harga Minyak Dunia Harus Jadi Perhatian Serius
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa dinamika harga dan pasar minyak dunia menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan secara serius.
Sebagai informasi, harga minyak dunia merosot hingga 30% dipicu kegagalan kesepakatan antara Rusia dan Arab Saudi untuk mengurangi produksi, terutama terkait penurunan permintaan karena adanya wabah virus corona (Covid-19). "Growth dunia menurun, hal ini menyebabkan harga (minyak) menurun," ujar Menkeu di Jakarta, Senin (9/3/2020).
Menkeu menyebut langkah yang diambil Saudi cukup mengagetkan. "Langkah yang diambil Saudi lebih bold, dengan memberikan harga minyak yang lebih dalam lagi sehingga terjadi perang harga," ucapnya.
Bagi Indonesia, menurutnya, harga minyak yang turun dalam situasi ekonomi yang tertekan ini justru bisa menjadi stimulan yang positif. Namun, Sri Mulyani mengingatkan bahwa akan ada ketidakpastian yang lebih besar kepada pasar modal. "Jadi secara psikologis itu dampaknya, namun sisi positifnya harga minyak menjadi relatif lebih murah," ungkapnya.
Untuk Indonesia, lanjut Sri, selama ini impor minyaknya cukup besar. Dengan adanya harga minyak yang menurun ini, akan ada keringanan impor minyak bagi Pertamina.
"Saya harap itu terlihat di neracanya pemerintah, dari sisi harga minyak apakah ini dalam jangka pendek dalam hitungan bulan, atau lebih panjang dalam hitungan kuartal," tuturnya.
Sementara itu, dari segi APBN, Menkeu menyampaikan bahwa penerimaan dari minyak akan terdampak. "Kita hadapi harga yang melemah, kemudian volume juga menurun karena ekspor dan produksi juga menurun, begitu pula nilai tukar," terangnya.
Menurut dia, jika nilai tukar lebih mendekati asumsi, pasti harganya jauh di bawah asumsi APBN. Terkait hal ini, pihaknya masih melihat dampaknya terhadap APBN tahun ini dan sekaligus untuk tahun 2021. "Untuk postur APBN saya tidak akan komentar karena saya masih melihat perkembangan keseluruhan, bukan sepenggal-penggal," ungkapnya.
Menkeu menabahkan bahwa pihak Kemenkeu akan memformulasikan stimulus ke ekonomi yang sedang melemah, ditambah dengan kondisi penerimaan yang tertekan oleh harga minyak dan kondisi ekonomi yang melemah. "Untuk stimulus nanti, saya akan membuat statement sendiri," tutupnya.
Sebagai informasi, harga minyak dunia merosot hingga 30% dipicu kegagalan kesepakatan antara Rusia dan Arab Saudi untuk mengurangi produksi, terutama terkait penurunan permintaan karena adanya wabah virus corona (Covid-19). "Growth dunia menurun, hal ini menyebabkan harga (minyak) menurun," ujar Menkeu di Jakarta, Senin (9/3/2020).
Menkeu menyebut langkah yang diambil Saudi cukup mengagetkan. "Langkah yang diambil Saudi lebih bold, dengan memberikan harga minyak yang lebih dalam lagi sehingga terjadi perang harga," ucapnya.
Bagi Indonesia, menurutnya, harga minyak yang turun dalam situasi ekonomi yang tertekan ini justru bisa menjadi stimulan yang positif. Namun, Sri Mulyani mengingatkan bahwa akan ada ketidakpastian yang lebih besar kepada pasar modal. "Jadi secara psikologis itu dampaknya, namun sisi positifnya harga minyak menjadi relatif lebih murah," ungkapnya.
Untuk Indonesia, lanjut Sri, selama ini impor minyaknya cukup besar. Dengan adanya harga minyak yang menurun ini, akan ada keringanan impor minyak bagi Pertamina.
"Saya harap itu terlihat di neracanya pemerintah, dari sisi harga minyak apakah ini dalam jangka pendek dalam hitungan bulan, atau lebih panjang dalam hitungan kuartal," tuturnya.
Sementara itu, dari segi APBN, Menkeu menyampaikan bahwa penerimaan dari minyak akan terdampak. "Kita hadapi harga yang melemah, kemudian volume juga menurun karena ekspor dan produksi juga menurun, begitu pula nilai tukar," terangnya.
Menurut dia, jika nilai tukar lebih mendekati asumsi, pasti harganya jauh di bawah asumsi APBN. Terkait hal ini, pihaknya masih melihat dampaknya terhadap APBN tahun ini dan sekaligus untuk tahun 2021. "Untuk postur APBN saya tidak akan komentar karena saya masih melihat perkembangan keseluruhan, bukan sepenggal-penggal," ungkapnya.
Menkeu menabahkan bahwa pihak Kemenkeu akan memformulasikan stimulus ke ekonomi yang sedang melemah, ditambah dengan kondisi penerimaan yang tertekan oleh harga minyak dan kondisi ekonomi yang melemah. "Untuk stimulus nanti, saya akan membuat statement sendiri," tutupnya.
(ind)
Lihat Juga :