Harga Minyak Mentah Anjlok, Ini Cara Pertamina Amankan Bisnis Hulu Migas

Senin, 09 Maret 2020 - 16:32 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Anjlok, Ini Cara Pertamina Amankan Bisnis Hulu Migas
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyiapkan antisipasi supaya merosotnya harga minyak mentah dunia tidak menggangu kinerja sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Sejumlah upaya dilakukan antara lain dengan melakukan efisiensi dan optimasi produksi.

“Dalam kondisi harga minyak turun kita harus lebih efisien dan melakukan optimasi. Itu yang penting,” ujar Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu, di Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/3/2020).

Selain itu imbuhnya, juga perlu diterapkan strategi lain seperti pengadaan terpadu dan optimalisasi logistik supaya biaya produksi bisa turun. Pasalnya, ketika harga minyak anjlok maka biaya produksi akan lebih tinggi.

“Jadi semakin harga minyak turun cost akan semakin baik. Tapi kita melihatnya masih sementara dan kita antisipasi melalui optimalisasi logistik dan sebagainya,” kata dia.

(Baca Juga: Arab Saudi Picu Perang, Goldman Sachs Peringatkan Harga Minyak Bisa USD20/Barel )

Dharmawan mengatakan bahwa rata-rata biaya produksi hulu migas di darat (onshore) untuk saat ini masih normal berada di rata-rata USD9-USD10 per barel. Sedangkan biaya produksi di laut dalam (offshore) rata-rata mencapai USD20 per barel.

“Jadi yang penting kita kencangkan ikat pinggang karena harga minyak tidak bisa diprediksi. Tapi langkah-langkah strategi untuk mempertahankan produksi kita siapkan,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, bahwa sampai saat ini belum ada revisi investasi di sektor hulu migas di tengah merosotnya harga minyak dunia. Pihaknya tetap menargetkan pengeboran sebanyak 411 sumur tahun ini. “Jadi saya kira masih sama, belum ada evaluasi,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati yakni sektor bisnis hulu migas Pertamina harus melakukan efisiensi untuk mengantisipasi anjloknya harga minyak dunia. Pasalnya turunnya harga minyak secara signifikan akan berpengaruh terhadap bisnis hulu migas. “Antisipasi kita memang utamanya dihulu, karena keekonomian jadi masalah,” kata dia.

Sebagai informasi, harga minyak mentah terjun bebas ke level terendah setelah Arab Saudi memangkas harga jual serta berencana menggenjot produksi minyaknya. Langkah itu diambil setelah Rusia menolak mengurangi produksi. Padahal rencana itu dapat menstabilkan harga minyak ditengah lesunya perekonomian global karena terinfeksi wabah corona.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Siapkan Dua Skenario Penjualan Migas
Harga Minyak Rendah,...
Harga Minyak Rendah, Pertamina Tetap Jaga Tingkat Produksi
Pertamina Jaga Produksi...
Pertamina Jaga Produksi Hulu Migas demi Keberlangsungan Energi
Harga Minyak Bergejolak,...
Harga Minyak Bergejolak, Kinerja Pertamina Hulu Tetap Positif di 2020
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Pangkas Produksi Migas
Pertamina Tegaskan Tidak...
Pertamina Tegaskan Tidak Turunkan Harga BBM
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
5 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
5 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
6 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
8 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
9 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Cara Hentikan Israel...
Ini Cara Hentikan Israel Invasi Gaza Menurut Pangeran Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved