Akibat Corona, Rupiah Demam Tinggi 2,05% ke Level Rp14.820
Jum'at, 13 Maret 2020 - 09:59 WIB
Akibat Corona, Rupiah Demam Tinggi 2,05% ke Level Rp14.820
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah mengalami demam tinggi terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat (13/3/2020). Mata uang kecintaan kita di pasar spot Bloomberg, jatuh 298 poin atau 2,05% ke level Rp14.820 per USD pada pukul 09.41 WIB.
Awal perdagangan, rupiah dibuka melanjutkan pelemahan 73 poin ke level Rp14.595 per USD, dibanding penutupan dagang Kamis kemarin di Rp14.522 per USD.
Rupiah pun menjadi yang terlemah di Asia. Sejumlah mata uang Asia lainnya terkulai tidak berdaya akibat penyebaran global virus corona. Won Korea Selatan jatuh 1,43%, baht Thailand hancur 0,95%, rupee India lebam 0,78%, ringgit Malaysia limbung 0,63%, yen Jepang kalah 0,54%, dolar Taiwan tidak berdaya 0,45%, dan dolar Singapura melemah 0,11%.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di Rp14.815 per USD, bearish 325 poin dibandingkan posisi Rp14.490 per USD pada Kamis kemarin.
Penyebaran global virus corona terutama di Asia dan Eropa membuat investor kembali memburu dolar Amerika Serikat, karena statusnya sebagai mata uang paling likuid di dunia. Karena hampir 60% perdagangan global menggunakan dolar AS.
Melansir dari CNBC, Jumat (13/3/2020), investor bergegas memburu dolar AS seiring pandemi corona. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat pagi, jumlah kasus corona telah mencapai 125.288 kasus, dengan 4.614 orang meninggal dunia.
Dolar menjadi primadona, setelah bank sentral AS, Federal Reserve mengucurkan USD1,5 triliun dalam sistem keuangan untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat virus corona. Hasil ini membuat indeks USD menguat 1,1% terhadap enam mata uang utama dunia menjadi 97,60.
Awal perdagangan, rupiah dibuka melanjutkan pelemahan 73 poin ke level Rp14.595 per USD, dibanding penutupan dagang Kamis kemarin di Rp14.522 per USD.
Rupiah pun menjadi yang terlemah di Asia. Sejumlah mata uang Asia lainnya terkulai tidak berdaya akibat penyebaran global virus corona. Won Korea Selatan jatuh 1,43%, baht Thailand hancur 0,95%, rupee India lebam 0,78%, ringgit Malaysia limbung 0,63%, yen Jepang kalah 0,54%, dolar Taiwan tidak berdaya 0,45%, dan dolar Singapura melemah 0,11%.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di Rp14.815 per USD, bearish 325 poin dibandingkan posisi Rp14.490 per USD pada Kamis kemarin.
Penyebaran global virus corona terutama di Asia dan Eropa membuat investor kembali memburu dolar Amerika Serikat, karena statusnya sebagai mata uang paling likuid di dunia. Karena hampir 60% perdagangan global menggunakan dolar AS.
Melansir dari CNBC, Jumat (13/3/2020), investor bergegas memburu dolar AS seiring pandemi corona. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat pagi, jumlah kasus corona telah mencapai 125.288 kasus, dengan 4.614 orang meninggal dunia.
Dolar menjadi primadona, setelah bank sentral AS, Federal Reserve mengucurkan USD1,5 triliun dalam sistem keuangan untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat virus corona. Hasil ini membuat indeks USD menguat 1,1% terhadap enam mata uang utama dunia menjadi 97,60.
(ven)
Lihat Juga :