alexametrics

Imbas Stimulus Kedua, Defisit APBN Melebar Rp125 Triliun

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah memastikan dengan adanya stimulus ekonomi kedua ini akan membuat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 melebar. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, defisit APBN 2020 akan melebar mencapai Rp125 triliun.

"Jadi stimulus itu totalnya Rp22,9 triliun dan ditambah kita akan pelebaran defisit 0,8% setara Rp125 triliun, ditambah paket pertama Rp10,2 triliun. Jadi sektor konstruksi sudah masuk sektor pertama, sehingga paket yang dikeluarkan Rp160 triliun," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Dia melanjutkan, WHO telah mengumumkan bahwa wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah menjadi pandemi. Artinya, wabah penyakit ini telah terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global.



Jumlah kasus di seluruh dunia mencapai angka 120.000 dan angka kematian telah melebihi 4.300. Kondisi tersebut mendesak pemerintah seluruh dunia untuk meningkatkan upaya pembatasan.

“Dampak terhadap sektor ekonomi tentu tidak dapat dielakkan lagi. Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan akan terkontraksi semakin dalam. Untuk itu, Pemerintah memperhatikan isu-isu yang memerlukan kebijakan khusus,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp36,1 triliun hingga akhir Januari 2020. Angka itu setara dengan 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top