Pemerintah Jor-joran Kasih Stimulus, Waspadai Efek Sampingnya

Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:11 WIB
loading...
Pemerintah Jor-joran...
Petugas menghitung uang saat melayani pencairan dana bantuan sosial tunai dari Kemensos. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Di tengah ekonomi yang terkontraksi akibat pandemi Covid-19, pemerintah berupaya menjaga kinerja ekonomi dengan pemberian stimulus . Dana untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun tidak main-main dengan total anggaran Rp641,17 triliun.

Namun, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan bahwa stimulus bisa memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.

"Semacam obat, stimulus ini juga memiliki efek samping yang sebetulnya kita juga harus berhati-hati, terlebih penyaluran stimulus belum optimal. Ada risiko yang membayangi meski belum terjadi," ungkap David dalam Webinar "AKURAT IDEA - #2 Resesi di Depan Mata: Indonesia Harus Apa?" di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Dia menyampaikan, penyaluran stimulus yang masih terhambat sana sini memerlukan percepatan. Selain itu, bansos hanya natura, yang sebenarnya perlu dikombinasikan dengan transfer uang via rekening bank. Minat masyarakat untuk menggunakan fasilitas keringanan pajak juga masih kurang. (Baca juga: Parah !, Duit BLT Banyak Dipakai Buat Konsumsi Rokok )

"Di sini yang penting sebenarnya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas. Kalau tidak, stimulus ini hanya sekadar menambal kekurangan uang, tapi tidak menambah produktivitas," tambah David.

Dia mengatakan, dengan banyaknya dana yang digelontorkan, tentunya ada risiko inflasi. "Too much money chasing too few goods. Memang daya beli masyarakat bisa pulih dengan adanya stimulus, tapi kapasitas produksi belum pulih, sehingga ini akan mendorong konsumsi barang impor," terangnya. (Baca juga: Jokowi Siapkan Perpres Khusus Awasi Anggaran Impor Vaksin Corona )

Selain itu, ada risiko pelemahan kurs yang juga meningkat. Kelebihan suplai Rupiah bisa mendorong permintaan valas baik untuk impor, pembayaran utang luar negeri, atau spekulasi. "Ini juga bisa meningkatkan potensi vicious cycle akibat outflow dana asing dari obligasi," tutur David.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
Purbaya Ungkap Subsidi...
Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit Dimulai Juni 2026, Insentif Mobil Berapa?
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,7% di Kuartal II-2026, Purbaya Ungkap Tantangannya
Jelang Ramadan, 35 Juta...
Jelang Ramadan, 35 Juta Keluarga Bakal Menerima Bansos Beras 10 Kg
Dukung Stimulus Pemerintah,...
Dukung Stimulus Pemerintah, Pelita Air Diskon Tiket Mudik Lebaran hingga 21%
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved