alexametrics

Bahlil Lahadalia: Jatim Sudah Cantik Bagi Investor

loading...
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk meningkatkan investasi, dimana salah satunya dengan menjadikan basis industri orientasi ekspor di wilayah timur Indonesia. Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik merupakan kawasan yang potensial untuk pengembangan industri tersebut.

Kepala BKPM memuji kesiapan Jatim menjadi tuan rumah yang baik bagi investor dari pembenahan perizinan, perbaikan iklim usaha terkait EoDB (Ease of Doing Business) hingga pelayanan bagi investor. Pasalnya, pemerintah pusat juga sudah menetapkan percepatan ekonomi khusus Jawa Timur dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No 80 tahun 2019.

Dalam Perpres itu mengatur tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.



“Jatim ini sudah ‘cantik’ bagi investor. Saya lihat pemerintahnya sudah pandai ‘bersolek diri’ dari mulai proses perizinan hingga promosi potensi yang ada. Sudah barang tentu dilirik investor! Buktinya minggu ini saja delegasi pebisnis yang datang bersama Raja Belanda langsung datang berkunjung ke Surabaya,” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu (15/3).

Lebih lanjut terang dia, provinsi Jawa Timur merupakan wilayah penyumbang realisasi investasi terbesar keempat di Indonesia selama tahun 2019 berkontribusi sebesar 7,22% senilai Rp58,5 triliun.

"Selama tahun 2018-2019, kegiatan investasi di Jawa Timur terpusat 3 wilayah yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Pasuruan. Sektor yang mendominasi di tahun 2019 adalah konstruksi sebesar Rp 9,88 triliun (17% dari total realisasi investasi), kemudian industri makanan Rp 9,5 triliun (16%)," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top