Kalah dari Negara Tetangga, Jokowi Keluhkan Biaya Logistik Mahal

Rabu, 18 Maret 2020 - 16:52 WIB
Kalah dari Negara Tetangga,...
Kalah dari Negara Tetangga, Jokowi Keluhkan Biaya Logistik Mahal
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti peringkat indeks kinerja logistik Indonesia yang kalah dari negara tetangga di Kawasan Asia. Pada tahun 2018, kinerja logistik Indonesia berada di peringkat 46.

"Kita masih di bawah Singapura di peringkat 7. China di peringkat 26, Thailand di peringkat 32, Vietnam di peringkat 39, Malaysia di peringkat 41, India di peringkat 44. Sekali lagi negara kita masih di peringkat 46. Begitu pula di peringkat trading across borders yang mempengaruhi EODB dalam dua tahun terakhir kita masih stagnan di peringkat 116," katanya saat membuka rapat terbatas (ratas) melalui teleconference, Rabu (18/3/2020).

Jokowi menilai hal ini terjadi karena ekosistem logistik nasional yang masih belum efisien. Baik dari dari segi waktu maupun biaya. “Ini sudah kita bicarakan 3-4 tahun yang lalu tapi memang belum menyelesaikan maslaah yang ada di lapangan,” tuturnya.

Dia menyebut biaya logistik Indonesia tertinggi dibanding lima negara ASEAN lainnya. Dimana masih pada angka 24% dari PDB atau setara dengan Rp.3.560 triliun.

“Padahal biaya logistik, biaya transportasi merupakan komponen terbesar. Dan transportasi yang tidak reliable membuat biaya inventori semakin meningkat,” tuturnya.

Selain itu dia juga menyoroti masih ruwetnya birokrasi logistik Indonesia. Dimana masih banyak pengulangan, repetisi, dan duplikasi. Selain itu juga masih kuatnya ego sektoral kementerian/lembaga, sehingga berjalan sendiri-sendiri. Termasuk belum adanya platform logistik dari hulu sampai hilir.

“Ini penting sekali. Jadi platform logistik dari hulu sampai hilir harus betul-betul kita bangun dengan sistem terintegrasi. Juga dengan penerapan teknologi yang baik. Saya melihat karena tata ruang logistik tidak efisien. Penempatan terminal pelabuhan depo container yang tidak tepat yang justru memperbesar inefesiensi dan pergerakan barang kita,” paparnya.

Jokowi meminta jajarannya untuk segera memperbaiki ekosistem logistik nasional. Mulai dari membuat sistem terpadu dari hulu sampai hilir. Termasuk dari kedatangan kapal hingga masuk gudang baik untuk ekspor maupun impor.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menekankan agar memangkas birokrasi yang berbelit-belit. Dia juga ingin agar repitisi maupun duplikasi dihapus dengan melakukan standardisasi pelayanan.

“Kita harus berani merancang platform logistik terintegrasi mulai dari single submission, single filling, single payment channel, single risk management, single monitoring, sampai sebuah pengambilan keputusan yang otomatis . Saya tekankan kolaborasi sistem menjadi platform logistik tunggal, sistem interface dan saling terhubung tanpa harus menghilangkan sistem-sistem yang sudah ada,” pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Masuki Rantai Pasok...
Masuki Rantai Pasok Global, Jokowi Minta Erick Thohir Carikan Mitra Pelindo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
2 menit yang lalu
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
28 menit yang lalu
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
2 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
2 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved