Sri Mulyani: Risiko Penurunan Ekonomi Dunia Sangat Nyata

Kamis, 19 Maret 2020 - 06:13 WIB
Sri Mulyani: Risiko...
Sri Mulyani: Risiko Penurunan Ekonomi Dunia Sangat Nyata
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, ekonomi global sedang mengalami risiko penurunan yang sangat nyata. Bahkan sebelum penyebaran virus corona atau Covid-19 menjadi pandemi, proyeksi ekonomi dunia telah beberapa kali direvisi menyusul kondisi perang dagang, tensi geopolitik dan kini ditambah Covid-19.

"Kondisi ekonomi Indonesia global sangat dipengaruhi oleh virus corona, seperti diketahui ekonomi global mengalami risiko penurunan yang sangat nyata," kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta.

Sebelumnya, lembaga International Monetary Fund (IMF) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) memprediksi ekonomi global mampu membaik dibandingkan tahun lalu yang di bawah tiga persen.

Kemudian, OECD menurunkan proyeksinya sebesar 0,5 basis poin menjadi 2,4%. Ini dengan asumsi, wabah Covid-19 di China hanya berlangsung selama satu kuartal dan tidak menyebar signifikan ke negara lain.

Sementara itu bagi dampak ke ekonomi Indonesia dimulai dari sektor pariwisata. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, selain sektor pariwisata, tekanan juga terjadi di sektor perdagangan dimana ekspor impor terganggu.

"Jalur pariwisata jelas, distribusi dari perdagangan dan pasokan. Dulu kita mungkin dua minggu terakhir melihat 27% impor nonmigas dari Tiongkok, 16,7% ekspor kita ke Tiongkok. Jadi apakah China akan mengendalikan dan me-recover itu akan sangat menentukan kita, dari sisi ekspor, impor dan pariwisata," jelasnya.

Di sisi lain, penyebaran covid-19 di wilayah Eropa hingga Amerika Serikat juga akan berdampak ke Indonesia. Sri Mulyani mengatakan, pengaruhnya akan mempengaruhi melalui beberapa jalur.

"Konsumsi yang kita sampaikan selain melakukan pencegahan, ini pasti mempengaruhi dari sisi kegiatan sosial ekonomi maupun kegiatan ekonomi dari konsumsi," ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
Bencana Besar Dampak...
Bencana Besar Dampak Corona, Ekonomi China Tenggelam
Buka Keran Ekonomi,...
Buka Keran Ekonomi, Sebagian Negara Bagian AS Perlonggar Lockdown
Pulihkan Ekonomi Daerah,...
Pulihkan Ekonomi Daerah, Bima: Terima Fulusnya, Tolak Virusnya
Tumbuh 4,9% di Kuartal...
Tumbuh 4,9% di Kuartal III, Ekonomi China Jadi Harapan Dunia
Kebijakan Berubah-ubah...
Kebijakan Berubah-ubah Sebabkan Pengendalian Pandemi dan Ekonomi Gagal
Berita Terkini
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
14 menit yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
25 menit yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
43 menit yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
45 menit yang lalu
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
52 menit yang lalu
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved