alexametrics

Antisipasi Corona, Fabrikasi Proyek JTB Pindah dari Wuhan ke Gresik

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pertamina EP Cepu (PEPC) memastikan pembangunan proyek lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB) tidak terhambat walaupun salah satu material peralatannya di rakit di Kota Wuhan, China sebagai asal mula wilayah penyebaran virus corona. Untuk mengantisipasi agar pengerjaan proyek JTB tidak terganggu, PEP Cepu mengambil langkah cepat memindahkan fabrikasinya ke PT. Barata Indonesia di Gresik, Jawa Timur.

"Beberapa fabrikasi kita memang ada di beberapa negara yang terkena corona. Ada satu part fabrikasinya dilakukan di Wuhan, China tapi sudah ada langkah strategis dipindahkan ke Barata di Indonesia," ujar Direktur Utama PEP Cepu Jamsaton Nababan saat live video conference, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Menurut dia selain di Wuhan, sejumlah material peralatan lainnya juga dirakit di beberapa negara yang terdampak virus corona seperti di Korea Selatan, Italia dan Spanyol. Namun untuk di sejumlah negara tersebut walaupun dilakukan karantina wilayah akan tetapi fabrikasinya tetap jalan sehingga tidak perlu dipindahkan.



"Sampai saat ini fabrikasi di Italia, Spanyol dan Korea Selatan tetap beroperasi walaupun lock down. Sehingga fabrikasi tetap jalan sesuai rencana," kata dia.

Pihaknya optimistis proyek JTB dapat selesai sesuai jadwal, sehingga alokasi gas nya dapat segera mengalir untuk mencukupi kebutuhan di wilayah Jawa Timur. Pasalnya gas dari JTB merupakan satu-satunya pasokan yang diandalkan untuk mencukupi kebutuhan pasar di Jatim di tengah prediksi meningkatnya permintaan pada 2021-2022 mendatang.

"Melihat progres dan sisa waktu kami yakin target onstream JTB akan tercapai. Beberapa kali memang Kepala SKK Migas Pak Dwi Soetjipto mengingatkan bahwa di Jatim dalam dua tahun mendatang akan shortage gas. Jadi satu-satunya harapan hanya JTB," kata dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top