Rupiah Tembus Rp16.000, Harga Makanan Bisa Meroket

Jum'at, 20 Maret 2020 - 09:06 WIB
Rupiah Tembus Rp16.000,...
Rupiah Tembus Rp16.000, Harga Makanan Bisa Meroket
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akibat imbas penyebaran pandemi corona. Kurs rupiah pada Kamis (19/3) di indeks Bloomberg, tercatat merana ditutup jatuh 690 poin atau 4,53% ke level Rp15.912 per USD.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, kondisi rupiah ini sangat mengkhawatirkan. Jika rupiah terus melemah menembus level Rp16.000-an, apalagi hingga ke Rp17.000 per USD, maka itu akan membuat harga produk pangan naik.

"Ya pastinya akan menekan sektor pangan kita karena kan mayoritas bahan baku produk pangan yang ada saat ini masih bergantung pada impor," ujar Adhi saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Sekjen Gapmmi Indrayana mengatakan, harga makanan yang juga akan naik adalah bahan pokok, antara lain minyak goreng, beras dan gula. Untuk itu dia meminta pemerintah terus menjaga harga bahan pokok agar tidak naik tinggi dan membebani masyarakat

"Harga bahan pokok seperti gula, minyak goreng, beras itu dipantau pemerintah dengan ketat. Kami rasa selama masih ada stok, harga masih akan tetap," tegasnya.

Sementara itu, Ekonom CORE Piter Abdullah mengatakan rupiah menembus Rp16.000 dikarenakan masih belum stabilnya kondisi global. Hal disebabkan oleh ketidakpastian yang timbul akibat penyebaran virus corona (Covid-19) yang terus meluas. "Ini karena melihat kondisi global semakin tertekan dengan virus corona ini, semua ekonomi melemah," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
2 Tahun Puasa, Produsen...
2 Tahun Puasa, Produsen Makanan dan Minuman Siap-siap Naikkan Harga di 2022
Produk Pangan Dibatasi...
Produk Pangan Dibatasi Pemakaian Gula, Garam, dan Lemak! Produsen Mamin Teriak
Pengusaha Mamin Kesulitan...
Pengusaha Mamin Kesulitan Bayar Upah di Tengah Pandemi Covid-19
Es Krim Viennetta Langka,...
Es Krim Viennetta Langka, Gapmmi Pastikan Tak Ada Penimbunan
Kemenperin Susun Pedoman...
Kemenperin Susun Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru pada Industri Pangan
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis GAPMMI dan BPOM Wujudkan Transformasi Industri Pangan Nasional
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
24 menit yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
2 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved