Lockdown Picu Perlambatan Industri, Ekonom: Perlu Kebijakan Tepat

Senin, 23 Maret 2020 - 21:07 WIB
Lockdown Picu Perlambatan...
Lockdown Picu Perlambatan Industri, Ekonom: Perlu Kebijakan Tepat
A A A
JAKARTA - Wabah Covid-19 atau virus Corona di Indonesia sudah menyebar luas bahkan ke daerah-daerah selain DKI Jakarta. Opsi untuk melakukan lockdown pun tetap terbuka jika penyebaran wabah ini semakin parah.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan apabila di-lockdown, kerugiannya tentu akan berdampak pada turunnya aktivitas ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada turunnya aktivitas industri manufaktur.

"Hal ini didasarkan contoh China yang melakukan lockdown pada Februari lalu. Indeks Prompt Manufacturing Index (PMI) nya terjun bebas dari bulan Januari. Selain itu penjualan mobil juga pertumbuhannya mengalami kontraksi hingga minus 80%," ujar Yusuf kepada Sindonews di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Dia mengatakan bahwa perlambatan industri manufaktur tentu perlu diwaspadai bagi Indonesia karena 20% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bergantung pada sektor ini.

"Namun keuntungannya tentu akan lebih mudah untuk memperlambat penyebaran pandemi bukan hanya di Jakarta namun juga Indonesia. Hal ini mempercepat potensi Indonesia mengakhiri pandemi ini. Semakin cepat kita pulih dari virus ini semakin cepat pula aktivitas ekonomi bisa kembali seperti sedia kala," terang Yusuf.

Jika berkaca dari China, sektor usaha, dalam hal ini industri, kesulitan melakukan produksi karena pekerjanya dilarang untuk bekerja. Oleh karena itu, Yusuf menuturkan bahwa akan penting merancang kebijakan yang tepat khususnya untuk pelaku usaha sebelum pemerintah memberlakukan lockdown.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Lockdown, Manufaktur...
China Lockdown, Manufaktur Indonesia Ikut Meriang di Bulan Mei
Inggris Bela Keputusan...
Inggris Bela Keputusan Soal Pencabutan Lockdown
Terdampak Covid-19,...
Terdampak Covid-19, Industri Manufaktur Diperkirakan Tumbuh 2,5%
Korban Meninggal Meningkat,...
Korban Meninggal Meningkat, Inggris Perpanjang Lockdown
Buka Keran Ekonomi,...
Buka Keran Ekonomi, Sebagian Negara Bagian AS Perlonggar Lockdown
Lockdown Dilanggar,...
Lockdown Dilanggar, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
9 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
9 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
10 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
10 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
10 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved