Terdampak Covid-19, Industri Manufaktur Diperkirakan Tumbuh 2,5%

Selasa, 28 April 2020 - 08:06 WIB
loading...
Terdampak Covid-19,...
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan pertumbuhan industri manufaktur hanya tumbuh 2,5% tahun ini akibat pandemi Covid-19. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan pertumbuhan industri manufaktur hanya tumbuh 2,5% tahun ini akibat pandemi Covid-19. Sebelumnya, pertumbuhan industri manufaktur diproyeksi bisa menyentuh di angka 4,8%-5,3%.

“Kalau pertumbuhan ekonomi di angka 2,4%, maka pertumbuhan industri kemungkinan nanti sekitar 2,5%-2,6%,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta kemarin.

Agus melanjutkan, Kemenperin melakukan pemetaan sekaligus menginisiasi stimulus agar sektor manufaktur mampu terus berkontribusi positif pada perekonomian nasional di tengah masa tanggap darurat Covid-19.

“Upaya itu dilakukan melalui kebijakan-kebijakan yang kami buat, agar industri manufaktur tetap berkontribusi positif terahadap perekonomian dan tetap bertahan hingga Covid-19 berakhir,” tuturnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kemenperin sudah memetakan industri yang terdampak akibat persebaran Covid-19 sehingga perlu diberi perhatian lebih. Hasil pemetaan menunjukkan 60% industri suffer, sedangkan 40% dalam kondisi moderat dan high demand.

Menurut Agus, sektor tekstil merupakan salah satu industri yang mengalami dampak berat akibat pandemi Covid-19, di mana telah merumahkan 1,5 juta karyawan. Meski begitu, ada sebagian dari industri tekstil yang masih mampu melakukan ekspor di tengah pandemi Covid-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Rekomendasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps. 9: Rendi Mulai Curiga Pada Laura
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR Bentuk Panja Pengawasan 3 Kasus Korupsi yang Libatkan Eks Jampidsus
DPR Minta Kejagung Bentuk...
DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen yang Tidak Terafiliasi Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved