alexametrics

Trading Halt Bukan Pertanda Bursa Saham Mengalami Keterpurukan

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia memberlakukan penghentian dagang sementara (trading halt) terhadap aktivitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) sejak 11 Maret 2020, akibat pandemi corona yang terus menginfeksi pasar saham Indonesia. Sejak 11 Maret hingga 23 Maret, tercatat BEI telah melakukan trading halt sebanyak 5 kali.

Teraktual pada perdagangan saham Senin (23/3/2020) pukul 14:52 waktu JATS, dimana IHSG dihentikan sementara karena kontraksi 5% atau 209,87 poin menjadi 3.985,07.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menilai trading halt ini wajar dilakukan agar investor tidak terlalu panik dan terus menjual investasinya.



"Wajar justru tujuannya biar investor ke tahan, enggak panic selling lebih dalam," ujar Lanjar saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Dia pun melanjutkan jika trading halt tidak dilakukan akan membuat bursa saham terus bergerak negatif. Kata Lanjar, seringnya BEI melakukan trading halt bukan pertanda bursa saham mengalami keterpurukan.

"Enggak bisa dibilang begitu (terpuruk), trading halt itu upaya agar meyakinkan investor bahwa bursa saham terus terjaga," jelasnya.

Sebagai informasi IHSG pada akhir perdagangan, Senin (23/3/2020) berakhir semakin parah di tengah pandemi virus corona. IHSG amblas ke level 3.989,52, karena kehilangan 205,43 poin atau 4,90%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top