Sejak Corona, Izin Sektor Kesehatan Melonjak Capai 1.255 Izin

Rabu, 25 Maret 2020 - 19:02 WIB
Sejak Corona, Izin Sektor...
Sejak Corona, Izin Sektor Kesehatan Melonjak Capai 1.255 Izin
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat minat pengusaha di bidang kesehatan dalam mengurus izin operasional dan komersial kesehatan melonjak sejak pandemi corona semakin meluas.

Jumlah izin Kementerian Kesehatan yang diterbitkan melalui Online Single Submission BKPM melonjak drastis sejak awal Februari 2020.

"Minggu terakhir bulan Januari, jumlah izin kesehatan tercatat 694. Sedangkan pekan sebelumnya hanya 391. Artinya ada kenaikan hampir 2 kali lipat dalam waktu hanya satu minggu. Tren kenaikan ini terpantau konstan hingga mencapai puncaknya pada periode 9-15 Maret 2020 yang mencapai 1.255 izin," terang Juru Bicara BKPM Tina Talisa di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Sebelum wabah Covid-19 meluas menjadi pandemi pada akhir Januari 2020, jumlah izin Kementerian Kesehatan tidak pernah mendominasi dan cenderung stagnan berada di peringkat 5 atau 6 di antara seluruh kementerian/lembaga lain.

Namun lonjakan langsung terjadi di bulan Februari yang membuat peringkat jumlah izin Kementerian Kesehatan naik ke peringkat 2. Sementara peringkat 1 selalu diisi oleh Kementerian Perdagangan.

"Meskipun kita ketahui pemerintah mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama pada tanggal 2 Maret, ternyata pelaku usaha sudah merespon fenomena wabah global ini dengan cepat sejak awal Februari, yang ditandai dengan peningkatan jumlah pengurusan izin operasional dan komersial bidang kesehatan. Sepanjang Januari terdapat 1.431 izin operasional dan komersial kesehatan, tapi langsung naik hampir 1.000 izin menjadi 2.406 di bulan Februari," jelas Tina.

Sementara itu untuk bulan Maret sudah tercatat 2.880 izin bidang kesehatan, berdasarkan data 1-23 Maret. Data terkait perizinan investasi ini dapat dipantau oleh BKPM melalui Command Center atau dikenal dengan Pusat Kopi (Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi) yang diluncurkan oleh Kepala BKPM, pada hari Senin kemarin (23/3).

Disiapkan sejak tahun 2019 lalu, Pusat Kopi ini ditujukan sebagai pusat komando untuk pembuatan keputusan dalam mendukung respon kejadian-kejadian penting atau pengambilan kebijakan, termasuk fenomena yang terkait dengan dampak dari wabah Covid-19 terhadap proses perizinan dan kegiatan investasi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Target Investasi 2020...
Target Investasi 2020 Bakal Direvisi Usai Terdampak Corona
Bahlil Akui Banyak Proyek...
Bahlil Akui Banyak Proyek Investasi Tertunda Gara-gara Corona
BKPM : Selama Pandemi...
BKPM : Selama Pandemi Perizinan Usaha Capai 4.000-5.000 per Hari
BKPM: Izin Komersial...
BKPM: Izin Komersial Sektor Kesehatan Paling Diburu
Penyerapan Lapangan...
Penyerapan Lapangan Kerja Baru Turun di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
10 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
19 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
42 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
57 menit yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
2 jam yang lalu
Infografis
Hati-hati, Ini 5 Efek...
Hati-hati, Ini 5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved