alexametrics

BI Sebut Cadangan Devisa Sangat Mencukupi untuk Stabilkan Rupiah

loading...
A+ A-
JAKARTA - Sejak pandemi corona meningkat di Indonesia, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi rupiah terus merosot hingga 15% sepanjang tahun 2020 berjalan (year to date).

Untuk menstabilkan rupiah, Bank Indonesia kembali mengandalkan cadangan devisa. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan cadangan devisa Indonesia masih sangat mencukupi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Bahkan termasuk untuk upaya tripple intervension pun, cadangan devisa masih sangat cukup. Triple intervension yaitu intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing.



"Cadangan devisa masih lebih dari cukup, dengan adanya tekanan tentu ada penurunan. Jumlah cadangan devisa masih cukup untuk upaya kami menstabilisasi nilai tukar rupiah, termasuk triple intervension," ujar Perry dalam teleconfrence, Kamis (26/3/2020).

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Penurunan cadangan devisa pada Februari 2020 dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.

"Kita memiliki secondline of defense seperti bilateral swap dengan sejumlah bank sentral negara lain untuk stabilitas nilai tukar rupiah," jelasnya.

Mengutip data BI, pada akhir Februari 2020, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat USD130,4 miliar. Angka ini menurun dibandingkan posisi Januari 2020 sebesar USD131,7 miliar.

Angka cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top