Top! BI Didapuk Sebagai Pengelola Cadangan Devisa Terbaik
Selasa, 16 Maret 2021 - 09:00 WIB
loading...
Guberbur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meraih penghargaan Reserve Manager of The Year dari Central Banking Publications (CBP). Penghargaan diberikan atas keberhasilan dalam mengelola cadangan devisa sehingga dapat menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah pandemi Covid-19.
Capaian BI dalam penghargaan ini tidak terlepas dari perubahan pendekatan yang menjadi lebih mutakhir (sophisticated) melalui pengelolaan portofolio cadangan devisa dual tranche1 dengan berbagai aset dan mata uang.
Baca Juga: Meningkat, Cadangan Devisa Februari USD138,8 Miliar
Menanggapi pemberian penghargaan tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan reformasi yang menempatkan kerangka pengelolaan cadangan devisa baru sebagai bagian integral dari bauran kebijakan BI.
"Kebijakan stabilisasi nilai tukar dalam bauran kebijakan ini memainkan peran kunci dalam membalikkan depresiasi mata uang dengan cepat sambil mempertahankan tingkat cadangan devisa selama menghadapi guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pandemi Covid-19 pada paruh pertama tahun 2020," kata Perry di Jakarta, Selasa (16/3/2021).
Capaian BI dalam penghargaan ini tidak terlepas dari perubahan pendekatan yang menjadi lebih mutakhir (sophisticated) melalui pengelolaan portofolio cadangan devisa dual tranche1 dengan berbagai aset dan mata uang.
Baca Juga: Meningkat, Cadangan Devisa Februari USD138,8 Miliar
Menanggapi pemberian penghargaan tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan reformasi yang menempatkan kerangka pengelolaan cadangan devisa baru sebagai bagian integral dari bauran kebijakan BI.
"Kebijakan stabilisasi nilai tukar dalam bauran kebijakan ini memainkan peran kunci dalam membalikkan depresiasi mata uang dengan cepat sambil mempertahankan tingkat cadangan devisa selama menghadapi guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pandemi Covid-19 pada paruh pertama tahun 2020," kata Perry di Jakarta, Selasa (16/3/2021).
Lihat Juga :