alexametrics

Antisipasi Corona, Ini SOP yang Harus Diikuti Petugas Medis Saat Menginap di Hotel

loading...
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio didampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo meninjau kesiapan hotel yang akan menjadi akomodasi bagi tenaga medis dan gugus tugas penanganan virus corona atau Covid-19.

Salah satu hotel tersebut adalah Novotel Cikini, Jakarta Pusat, yang lokasinya tidak begitu jauh dari RSCM sebagai salah satu rumah sakit rujukan. Dalam kunjungan ke hotel jaringan Accor Group tersebut, Wishnutama memastikan seluruh prosedur yang akan diberlakukan terhadap tenaga medis yang akan diinapkan di hotel itu.

Mulai dari melewati disinfection chamber, pengukuran suhu tubuh, serta penyediaan sarana hand sanitizer di area masuk lobby hotel. Dalam proses check in di lobby, pihak hotel menerapkan konsep physical distancing dengan ketat termasuk meminimalisasi kontak fisik.



Tenaga medis dan anggota gugus tugas yang sebelumnya sudah didaftarkan oleh pihak rumah sakit rujukan untuk menginap hanya diminta menunjukkan foto identitas diri melalui layar smartphone mereka agar disesuaikan dengan data yang ada dan selanjutnya diinformasikan nomor kamar. Di meja resepsionis, pihak hotel juga telah menyiapkan sarung tangan sintetis dan hand sanitizer.

Setelah mendapat nomor kamar, selanjutnya tenaga medis berjalan menuju selasar lobby menuju meja-meja yang telah diletakkan kunci kamar sesuai dengan nomor kamar dan lantai.

Saat menunggu di depan lift, pihak hotel juga sudah menyiapkan tanda untuk physical distancing. Begitu juga di dalam lift. Di setiap tahapan itu juga selalu tersedia hand sanitizer.

“Saya sudah keliling dan melihat langsung persiapannya, dimana alasan yang terpenting untuk kami bekerja sama dalam program ini adalah jaringan hotel harus memiliki standarisasi yang sudah ditetapkan, agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi tenaga medis yang tinggal di sini nanti dan juga bagi pekerja hotelnya,” kata Wishnutama dalam keterangannya, Minggu (29/3/2020). (Baca Juga: Kemenparekraf Fasilitasi Hotel dan Transportasi untuk Tenaga Medis dan Gugus Tugas)

Untuk segala kebutuhan tenaga medis selama menginap, pihak hotel juga menyiapkan semuanya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan WHO dan Kementerian Kesehatan. Mulai dari makanan, laundry pakaian, serta staf yang bertugas juga telah disiapkan dengan menggunakan perlengkapan yang lengkap.

“Saya cek langsung bagaimana cara mengambil kunci kamar dengan aman, mengambil makanan dengan aman, juga laundry dengan aman. Itu semua faktor yang perlu kita perhatikan dan menjadi salah satu syarat utama kita,” tuturnya.

Wishnutama menegaskan kerja sama ini adalah tahap awal, sehingga diharapkan sistemnya bisa terbentuk dengan baik agar dapat diduplikasi ke daerah-daerah nantinya.

“Karena kerja sama ini tidak hanya masalah tempat tinggal, tapi kita juga bekerja sama dengan perusahaan seperti Bluebird Group, Antavaya, White Horse, serta Panorama untuk penyediaan transportasi,” ucapnya.

Sementara itu, Vice President of Sales, Marketing and Distributions, Accor Hotels untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura Adi Satria mengatakan, saat ini pihaknya menyiapkan empat hotel untuk menjadi sarana menginap bagi tenaga medis yakni Novotel Cikini, Mercure Cikini, Ibis Styles Jakarta Sunter, dan Ibis Senen.

Dia pun memastikan bahwa pihaknya menerapkan SOP sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan WHO dan Kementerian Kesehatan. “Demi kepentingan tamu-tamu yakni para dokter dan perawat, serta juga tentunya menjaga kesehatan tim kami yang melayani. Mulai dari mereka datang, housekeeping dan laundry hotel. Selama masa ini kami tidak membuka penginapan untuk tamu umum, jadi khusus untuk dokter dan perawat,” bebernya.

Adi menambahkan, tim dan karyawan hotel yang melakukan pelayanan kepada para tamu tenaga medis dan gugus tugas juga seluruhnya diinapkan di hotel yang sama, sehingga semuanya benar-benar terjaga.

Lebih lanjut, dia mengatakan ke depannya juga akan terus mendukung program pemerintah lainnya melalui Kemenparekraf. “Kita sudah berkolaborasi dari 2012 dan banyak hal yang sudah kita lakukan bersama. Dengan kolaborasi ini tentunya kita dukung seluruh inisiatif yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, apalagi ini untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top