alexametrics

Mendag Pastikan Kelancaran Arus Barang dan Jasa Terjaga

loading...
A+ A-
JAKARTA - Indonesia siap berkontribusi melalui kolaborasi global untuk menghadapi tantangan besar yang ditimbulkan oleh merebaknya virus Corona (COVID-19).

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan pentingnya G20 untuk memberikan sinyal kepercayaan yang kuat terhadap perekonomian global di tengah pandemic COVID-19, dengan menjaga tetap mengalirnya arus barang dan jasa, terutama pasokan obat-obatan vital.

Hal ini seiring para pemimpin G20 pada Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) G20 yang berkomitmen untuk saling berkolaborasi. "Kesepakatan ini merupakan respon cepat dari G20 terhadap pandemi global COVID-19 dengan menjamin kelancaran arus barang dan jasa melalui upaya bersama dalam memitigasi dampak COVID-19 terhadap kegiatan perdagangan internasional," jelas Mendag dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (31/3/2020).



Sebelumnya, para pemimpin G20 telah memberikan mandat kepada para menteri perdagangan untuk memastikan suplai peralatan medis dan produk pertanian pokok, menjaga rantai pasok global, dan menghindari disrupsi perdagangan.

"Para Menteri Perdagangan juga diminta untuk segera mengkaji dampak pandemi COVID-19 di bidang perdagangan, menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, dapat diprediksi dan stabil, serta untuk terus membuka pasar," katanya.

Pemerintah Indonesia sendiri terus melakukan upaya-upaya untuk mengatasi dampak pandemi melalui paket stimulus kebijakan fiskal maupun nonfiskal.

Di sektor perdagangan, relaksasi kebijakan dilakukan untuk menyederhanakan dan mempercepat aktivitas ekspor-impor, menghapus hambatan perdagangan yang tidak diperlukan, dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.

“Hal utama adalah untuk memastikan kelancaran arus barang dan jasa lintas batas, terutama untuk pasokan medis yang vital dan produk pertanian yang penting. Kemendag di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian berkomitmen meluncurkan paket stimulus berikutnya untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19,” tutur Mendag Agus.

Lebih lanjut, dalam pembahasan bersama antara negara anggota G20, para menteri perdagangan menyampaikan pentingnya kerja sama global untuk menangani dampak ekonomi COVID-19, mengingat terdapatnya keterkaitan (interconnectedness) dan pada saat yang sama kerentanan (vulnerabilities) ekonomi global saat ini.

Kepemimpinan G20 dalam mengembalikan kepercayaan terhadap perekonomian global dan melanjutkan perdagangan internasional menjadi hal yang sangat diperlukan saat ini.

“Harus diakui wabah corona jadi tantangan global yang semakin sulit untuk ditangani secara individual, kita tidak memiliki pilihan kecuali berkolaborasi secara global,” pungkas Mendag.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top