Lutfi Ungkap Tren Perdagangan Indonesia dan Dunia di Masa Depan

Kamis, 08 April 2021 - 20:32 WIB
loading...
Lutfi Ungkap Tren Perdagangan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa ke depannya Indonesia dan dunia akan memasuki tren perdagangan baru. Pertama, Indonesia akan masuk dalam supercycle. Dalam tren ini harga komoditas dasar akan naik jauh lebih tinggi.

"Bisa dibayangkan pada bulan April 2020 harga minyak hanya USD13 per barel, kemudian naik menjadi USD55 per barel. Angka itu naik tujuh kali lipat diakhir tahun 2020," ujarnya dalam sambutannya di Pelepasan Ekspor barang dari Hipmi secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Ia melanjutkan, hal itu diikuti oleh beberapa komoditas seperti batu bara yang naiknya tinggi sekali sebesar USD95 pada awal tahun 2021. "Diikuti juga nikel yang kenaikannya hampir tiga kali lipat," jelasnya. ( Baca juga:Anekdot tentang Mendag Lutfi, Indomie, dan Dubes Senegal )

Ia mengatakan, keadaan supercycle ini seperti menjadi angin di belakang yang menyebabkan pertumbuhan ekspor untuk Indonesia akan tinggi. Namun di saat yang bersamaan ini jadi persoalan karena banyak juga barang Indonesia yang bahan baku penolongnya diimpor dari negara lain.

"Dan ini menyebabkan pertumbuhan dari perdagangan akan besar di masa yang akan datang," katanya.

Selain itu, Lutfi juga membahas perdagangan yang akan terjadi di Indonesia. Pertama tren investasi. Dalam hal ini orang datang berinvestasi di Indonesia, sebab market di Tanah Air begitu besar dengan 270 juta orang.

"Itu membuat investasi datang agar menciptakan nilai tambah," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Rekomendasi
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved