Pekerja Informal Terancam Dampak Corona, Penyaluran BLT Harus Segera

Selasa, 31 Maret 2020 - 17:25 WIB
Pekerja Informal Terancam...
Pekerja Informal Terancam Dampak Corona, Penyaluran BLT Harus Segera
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyebutkan wabah virus corona (Covid-19) sudah menjadi situasi darurat nasional dan untuk mencegah meluasnya penjangkitan, pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar. Hal ini berimbas terhadap sektor perekonomian, khususnya bagi para pekerja di sektor informal yang umumnya memiliki pendapatan berbasis harian.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menegaskan, dalam situasi ini para pekerja sektor informal paling rentan terdampak.

"Ya mereka tentu tergerus pendapatannya dan berkurang daya belinya, dalam situasi seperti sekarang saja (belum krisis). Para pekerja informal tergerus pendapatannya karena kebijakan physical distancing yang dikeluarkan pemerintah yang mengakibatkan terbatasnya aktivitas masyarakat," ujar Yusuf kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Untuk itu, kata dia, solusinya tak bisa lain yaitu memberikan sumber pendapatan lain bagi para pekerja informal ini. Dengan begitu, kata dia, maka para pekerja sektor informal ini dapat ikut mematuhi kebijakan pembatasan yang diterapkan pemerintah.

"Ketika pendapatan mereka terjamin, saya pikir mereka juga akan patuh terhadap kebijakan physical distancing pemerintah. Jaminan tenaga kerja juga perlu diberikan dari pemberi kerja, yang artinya selama masa lockdown harus dipastikan mereka tidak di PHK, misalnya bagi driver ojek daring," jelas Yusuf.

Karena itu, Yusuf mengusulkan agar pemerintah mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), dimana nantinya kelompok masyarkat yang bekerja di sektor informal ini mendapatkan bantuan berupa uang tunai per keluarga.

"Saya kira besaran nominal BLT ini perlu disesuaikan harga kebutuhan bahan pokok di daerah masing-masing dan juga upah minimal provinsi. Verifikasi perlu dilakukan secara detail, jangan sampai kelompok yang membutuhkan BLT justru malah tidak menerimanya," pungkas Yusuf.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden Jokowi: BLT...
Presiden Jokowi: BLT Mulai Dikerjakan Minggu Ini
Kejar Target, Pemerintah...
Kejar Target, Pemerintah Akan Salurkan BLT Besar-besaran Lima Hari ini
Demokrat Sebut Program...
Demokrat Sebut Program Jaring Pengaman Sosial Harus Fokus pada BLT
Pastikan Penerima BLT,...
Pastikan Penerima BLT, Bupati Batang Sidak Dapur Warga
SIMAC - PCINU Hong Kong...
SIMAC - PCINU Hong Kong Gotong Royong Salurkan Sembako Bagi Warga Terdampak Covid 19
Komnas HAM Soroti Permasalahan...
Komnas HAM Soroti Permasalahan Penanganan COVID-19 Mulai dari BLT Hingga Hak Pekerja
Berita Terkini
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
1 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
1 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
2 jam yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
2 jam yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
3 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
3 jam yang lalu
Infografis
Dampak Psikologis Pandemi...
Dampak Psikologis Pandemi Corona Butuh Perhatian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved