Perry Tegaskan Kondisi Perbankan Sekarang Lebih Tangguh dari 1998

Rabu, 01 April 2020 - 05:33 WIB
Perry Tegaskan Kondisi...
Perry Tegaskan Kondisi Perbankan Sekarang Lebih Tangguh dari 1998
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan kondisi perbankan Indonesia masih kuat meski ada pandemi virus corona (Covid-19). Bahkan Perry mengatakan kondisi perbankan sekarang ini jauh lebih kuat dibanding Krisis Ekonomi Asia 1998 dan Krisis Keuangan Global 2008.

Alasan dia, saat ini rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan sekitar 23%, serta kredit macet perbankan alias Non Performing Loan (NPL) berada di kisaran rendah, yaitu 2,5% secara gross.

"Jadi secara umum ketahanan perbankan kuat. Saya tidak katakan Covid-19 tidak berdampak ke perbankan. Covid-19 telah berdampak ke ekonomi tapi kondisi perbankan masih kuat," tegas Perry melalui video conference di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Lanjut Perry, pandemi corona sangat berdampak terhadap usaha mikro kecil dan menengah yang tidak bisa beroperasi, yang berakibat pada penurunan produksi yang akan mempengaruhi kondisi UMKM, kemudian debitur kecil juga turut mengalami gangguan.

Untuk mengantisipasi ini, BI terus melakukan stimulus fiskal dan bersama pemerintah melakukan bantuan sosial, serta stimulus kebijakan relaksasi kredit bagi debitur UMKM. Dengan begitu dirinya berharap pelemahan ekonomi tidak terlalu berdampak besar terhadap kesehatan perbankan.

"Bagaimana UMKM juga untuk menambah pemasukan juga mengurangi beban UMKM sehingga dampak pelemahan tak terlalu besar berdampak besar ke perbankan karena bisa di mitigasi,” katanya.

Dari sisi moneter, BI juga turut melakukan pelonggaran, diantaranya dengan menurunkan suku bunga acuan hingga saat ini di level 4,5%. Kemudian melakukan relaksasi berbagai ketentuan-ketentuan makroprudensial pasar uang dan pasar valuta asing.

Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS tengah menyiapkan paket kebijakan stimulus yang lebih besar, sehingga dampak ke perbankan lebih bisa dimitigasi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sebelum Pandemi, Ini...
Sebelum Pandemi, Ini Krisis-krisis yang Pernah Dialami Dunia dan Indonesia
Belajar dari Krisis...
Belajar dari Krisis 2008, BI Andalkan Kebijakan Makroprudensial
Beda dengan Krisis 98...
Beda dengan Krisis 98 dan 2008, Ekonomi Global Jadi Sulit Cepat Pulih
Pasar Kredit Global...
Pasar Kredit Global di Titik Kritis, Pakar Ingatkan Memori Kelam Krisis 2008
Keterpurukan IHSG Era...
Keterpurukan IHSG Era Covid-19 Belum Separah Krisis Keuangan 2008
Kilas Balik 21 Mei 1998,...
Kilas Balik 21 Mei 1998, Demo Besar-besaran hingga Kerusuhan yang Berujung Mundurnya Soeharto
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved