Gubernur BI Belum Wajibkan Devisa Ekspor Dikonversi ke Rupiah

Kamis, 02 April 2020 - 16:44 WIB
Gubernur BI Belum Wajibkan...
Gubernur BI Belum Wajibkan Devisa Ekspor Dikonversi ke Rupiah
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan belum ada rencana untuk mewajibkan eksportir mengonversi dolarnya dalam bentuk rupiah. Selain itu, BI juga tidak akan melakukan kontrol terhadap lalu lintas devisa terutama bagi investor asing.

Belum adanya kewajiban ini, karena kata Perry, selama ini pembangunan ekonomi Indonesia tidak bisa semua didanai dari tabungan dalam negeri, melainkan juga dibantu dari penanaman modal asing.

"Kami di Bank Indonesia belum ada rencana pada saat ini untuk mewajibkan para eksportir mengonversi dolarnya ke rupiah," kata Perry Warjiyo dalam teleconfrence, Kamis (2/4/2020).

Menurut Perry, langkah tersebut baru akan dilakukan ketika kondisi perekonomian semakin memburuk karena virus corona. Sebab tidak stabilnya perekonomian akan membuat pasar keuangan dan pasar saham anjlok.

Jika kondisi perekonomian semakin memburuk, BI dalam pasal 16 ayat e Perppu No 1 Tahun 2020, menyatakan BI diberi kewenangan mengatur kewajiban penerimaan dan penggunaan devisa termasuk ketentuan mengenai penyerahan, repatriasi dan konversi devisa bagi penduduk Indonesia termasuk mewajibkan konversi devisa hasil ekspor (DHE) ke rupiah, dalam rangka menjaga kestabilan makroekonomi dan sistem ekonomi.

"Dalam Perppu menyebutkan pengelolaan devisa bagi penduduk Indonesia, kalau diperlukan eksportir wajib konversi dolar ke rupiah, tapi itupun kalau diperlukan," jelas Perry.

Perry berharap segala skenario terburuk tersebut tidak akan terjadi dengan koordinasi kebijakan pencegahan yang dilakukan pemerintah dan BI serta OJK saat ini. Sehingga apa yang diatur dalam Perppu tidak perlu digunakan.

"Misalnya sebelum hujan lebat tentu kita sedia payung, tapi belum tentu payung itu akan kita pakai. Karena enggak mungkin hujan lebat dulu baru kita cari payung. Jadi semoga ini enggak perlu kita lakukan dengan langkah pencegahan dengan stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perry Warjiyo: Rupiah...
Perry Warjiyo: Rupiah Menguat Sesuai Fundamental
Dukung Pemerintah Kumpulkan...
Dukung Pemerintah Kumpulkan Dolar di Dalam Negeri, BI Rilis Aturan Baru
Top! BI Didapuk Sebagai...
Top! BI Didapuk Sebagai Pengelola Cadangan Devisa Terbaik
Perry Optimis Rupiah...
Perry Optimis Rupiah Mampu Menguat ke Tingkat Fundamental
Rupiah Menguat ke Rp13.877,...
Rupiah Menguat ke Rp13.877, Gubernur BI: Masih Undervalued
Tahun Depan, Bos BI...
Tahun Depan, Bos BI Patok Rupiah di Rp13.700 per USD
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
12 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
39 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
52 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved